Mau Cepat Kaya, Pengusaha Properti Malah Kena Tipu Ratusan Juta

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 06 November 2018 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 06 338 1974046 mau-cepat-kaya-pengusaha-properti-malah-kena-tipu-ratusan-juta-N3lC2glqQe.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Seorang pengusaha properti bernama Jhony tertipu oleh kawanan penipu yang mengaku dapat menggandakan uang. Pelaku masing-masing berinisial JW, JK dan EH.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Supriyadi pada Selasa (6/11/2018) mengatakan, berdasarkan pengakuan korban, pelaku mengaku bisa melipatgandakan uang dalam waktu singkat.

"Karena tertarik korban akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp150 juta," katanya kepada wartawan.

Supriyadi menjelaskan, Jhony baru mengenal para pelaku setelah sebelumnya bertemu di Apartemen Thamrin Resident, Tanah Abang, Jakarta Pusat, "Diduga korban dengan pelaku baru saling kenal," ucapnya.

Saat bertemu, ketiga pelaku diduga menghipnotis korban sehingga tidak sadar. Kemudian merek melancarkan aksinya dengan cara menawarkan investasi jangka pendek dengan keuntungan menggiurkan.

"Pelaku minta uang sebesar Rp150 juta yang nantinya akan(dilipatgandakan) menjadi Rp2,5 miliar," ungkapnya.

Uang Korban Penipuan

Korban yang percaya begitu saja tanpa pikir panjang langsung mentransfer nominal uang yang diminta ke nomor rekening pelaku. Setelah uang ditransfer para pelaku kemudian pergi begitu saja. "Tiba-tiba ia sadar sudah jadi korban penipuan," lanjut Supriyadi.

Korban sempat berusaha menghubungi nomer telefon pelaku, namun tak direspons. "Korban semakin panik setelah nomor telefon pelaku tidak diangkat," ucapnya.

Beruntung, atas kesigapan aparat, pelaku yang sempat terekam CCTV berhasil diringkus Tim Resmob Polda Metro Jaya saat itu juga setelah melakukan pengejaran hingga ke Bogor. "Pelaku berhasil ditangkap karena korban cepat melapor serta adanya alat pendukung hingga pelaku bisa tertangkap," tuntasnya.

Hingga kini polisi kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam atas kasus tersebut. Termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut menjadi korban pelaku.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini