nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Dokter Ibnu Korban Lion Air di Depok

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 10:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 07 338 1974363 isak-tangis-warnai-kedatangan-jenazah-dokter-ibnu-korban-lion-air-di-depok-bg71eJIuKt.png Jenazah Dokter Ibnu Hantoro tiba di rumah duka di Depok. (Foto: Wahyu Muntinanto/Okezone)

DEPOK – Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah dokter spesialis penyakit dalam, Ibnu Hantoro (33), di rumah duka, kawasan Komplek Pelni C1/5 RT 04 RW 17, Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, sekira pukul 08.00 WIB.

Ibunda Dokter Ibnu, Sumarsih; dan ayahandanya Slamet seketika tidak kuasa membendung air mata begitu jenazah tiba. Demikian pula dengan sang istri, Helda Aprilia, ketika peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Tidak banyak kata yang bisa diucapkan, hanya doa-doa dari keluarga dan warga sekitar di hadapan peti jenazah.

"Laiilahaillallah. Laiilahaillallah. Laiilahaillallah," ucap Slamet dengan bibir bergetar diikuti keluarga dan tetangga Ibnu, Rabu (7/11/2018).

(Baca juga: Jenazah Dokter Ibnu Korban Lion Air Teridentifikasi, Keluarga Gelar Pengajian)

Usai kedatangan jenazah, sejumlah warga dan keluarga korban langsung mendatangi rumah duka. Mereka memberikan semangat untuk keluarga dan istri Dokter Ibnu.

Tidak hanya itu, papan nama juga sudah disiapkan untuk pemakaman yang rencananya dilaksanakan siang ini usai ibadah Salat Dhuhur.

"Kami turut belasungkawa atas peristiwa yang dialami oleh keluarga Dokter Ibnu. Semoga amal dan ibadahnya diterima Allah Subhanahu wa ta’ala," ujar Bima, tetangga korban.

Sebelumnya Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengidentifikasi jenazah dengan nomor postmortem 0006 dan antemortem 034 atas nama Ibnu Hantoro. Diketahui jenazah Ibnu teridentifikasi oleh dokter melalui pencocokan DNA pada Senin 6 November 2018.

Dokter lulusan Universitas Indonesia (UI) tersebut meninggalkan dua anak yang masih balita yakni Arisa (4) dan Fatih (1,5) dari pernikahan dengan Helda Aprilia (31) selama tujuh tahun.

Ibnu Hantoro merupakan seorang dokter di RSUD Koba Bangka Tengah. Selama bekerja di sana, ia kerap pulang ke rumah seminggu sekali.

"Kalau di rumah, kami sering pergi berwisata, tapi minggu ini suami kemarin itu pulang untuk ikut tes calon pegawai negeri sipil (CPNS)," ujar sang istri setelah mengetahui pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610 hilang kontak.

(Baca juga: Disambut Isak Tangis, Jenazah Pegawai BPK Korban Lion Air Dimakamkan di Depok)

Dalam kesedihannya, Helda tak pun tidak mampu menceritakan kenangan bersama suami. Dirinya hanya bisa mengingat ia dan Dokter Ibnu kerap berkomunikasi melalui sambungan telepon.

"Komunikasi kami tidak pernah putus. Sampai mau boarding saja suami selalu bilang ke saya kalau apa-apa pasti mengabari saya. Orangnya baik, sayang dengan keluarga. Setiap hari kita video call. Bisa dua sampai tiga kali video call dalam satu hari," paparnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini