nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejanggalan di Balik Penyerangan Mapolsek Penjaringan, Benar Depresi atau Kelompok Sakit Hati?

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 10 November 2018 06:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 10 338 1975866 kejanggalan-di-balik-penyerangan-mapolsek-penjaringan-benar-depresi-atau-kelompok-sakit-hati-Hrp8KfNuJI.jpg Pelaku penyerangan Mapolsek Penjaringan sedang diperiksa (Foto: Ist)

JAKARTA - Mapolsek Penjaringan, Jakarta Utara diserang oleh seorang bernama Rohandi. Pelaku mengaku melakukan serangan ke anggota polisi dikarenakan depresi atas penyakitnya yang tidak kunjung sembuh.

Sosiolog Universitas Nasional (Unas), Sigit Rochadi menilai terdapat kejanggalan dari sosok Rohandi yang disebut mengalami depresi. Sebab, menurutnya, orang depresi sulit memilih sasaran ketika ingin meluapkan kemarahannya.

“Orang depresi sulit memilih sasaran. Tapi penyerang melakukan dengan teriakan 'Allahu Akbar'. Yang berarti dia sadar dan meminta 'restu' atau melakukan atas nama 'Allah',” ungkap Sigit saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Sigit menduga, jika pelaku sudah merencanakan sangat detail untuk melakukan penyerangan kepada mapolsek. Apalagi ketika itu kondisi tengah dalam keadaan sepi. “Kejadiannya juga saat polsek sepi, sehingga patut diduga sudah direncanakan dan ada tujuan jelas,” kata dia.

Mapolsek Penjaringan

Oleh karenanya, ia mengimbau polisi agar berhati-hati dalam melakukan penyelidikan terhadap Rohandi. Apalagi penyidik terkesan prematur mempercayai jika pelaku benar-benar mengalami depresi berat saat beraksi.

“Polisi harus hati-hati menyelidiki dan tidak buru-buru mengambil keputusan. Motivasi penyerangan harus didalami. Jika memperhatikan sasaran, teriakannya pelaku bagian dari kelompok sakit hati terhadap polisi,” kata dia memungkasi.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini