KPAI: Faktor Ekonomi Penyebab Remaja Minum Air Rebusan Pembalut

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 10 November 2018 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 10 338 1975869 kpai-faktor-ekonomi-penyebab-remaja-minum-air-rebusan-pembalut-ghI1udLw7O.JPG ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty menilai salah satu faktor penyebab maraknya anak remaja mengonsumsi air rebusan pembalut dilatari oleh himpitan ekonomi sehingga mereka nekat melakukannya.

"Hasil penelusuran KPAI mendapatkan bahwa awalnya dorongan ekonomilah yang membuat mereka melakukan percobaan ini," tutur Sitti saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Ia memaparkan, kebanyakan remaja tersebut sudah mengalami kecanduan konsumsi sesuatu yang bisa membuat dirinya tenang. "Karena tidak mampu membeli, karena tidak punya biasa, sementara sudah kecanduan, maka mereka berupaya mencari tahu dengan bantuan informasi internet," terangnya.

Oleh karenanya, lanjut Sitti, KPAI akan terus berkoordinasi dengan banyak pihak agar fenomena tersebut dapat ditangani secara baik dan benar sebagaimana mestinya.

Ilustrasi Pembalut

"Namun tetap saja garda terdepan ada di dalam keluarga dan lingkungan terdekat di mana anak tinggal," ujarnya menandaskan.

Sebelumnya diwartakan, BNN menemukan kasus remaja mabuk air rebusan pembalut terjadi di beberapa wilayah tanah air, yakni di Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Perilaku para remaja ini dianggap sebagai alternatif untuk nge-fly.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini