Lahannya Diserobot Pembangunan Sekolah di Tangsel, Keluarga Kecil Ini Berharap Keadilan

Hambali, Okezone · Minggu 18 November 2018 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 18 338 1979388 lahannya-diserobot-pembangunan-sekolah-di-tangsel-keluarga-kecil-ini-berharap-keadilan-tFItBlUzRZ.jpg SDN Muncul 02 yang Diduga Menyerobot Lahan Warga (foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN- Pemerintah pusat telah menggencarkan penerbitan sertifikat tanah bagi masyarakat luas. Hal itu dilakukan, guna menghindari sengketa lahan yang marak terjadi beberapa waktu sebelumnya. Namun, belum semua masyarakat menyadari betul begitu pentingnya kepemilikan sertifikat tersebut.

Kenyataan pahit dialami oleh keluarga kecil yang tinggal di Kampung Baru Asih, Setu, Muncul, Tangerang Selatan (Tangsel). Muhamad Hasan (27), Sarman (36) dan Umu (41), merupakan ahli waris dari almarhum H Mursan, pemilik tanah yang kini berdiri bangunan gedung sekolah SDN 02 di atasnya.

(Baca Juga: 6 Fakta Aksi Begal di Tangsel, Nomor 1 dan 2 Bikin Miris) 

SDN Muncul 02 yang Diduga Menyerobot Lahan Warga (Hambali)	SDN Muncul 02 yang Diduga Menyerobot Lahan Warga (foto: Hambali/Okezone)

Gedung sekolah SDN 02 letaknya berada di Jalan S. Baru Asih, RT07 RW03, Muncul, Setu, Tangsel. Lokasinya, memasuki gang kecil menurun berjarak sekira 50 meter dari pinggir Jalan Raya Muncul.

Pembangunan gedung itu, diduga menyerobot lahan yang dimiliki ahli waris almarhum H Mursan. Luas lahannya disebutkan mencapai ratusan meter lebih, beririsan dengan bagian depan gedung SDN 02 Muncul.

Ditemui Okezone di kediamannya, Muhamad Hasan (27), Sarman (36) dan Umu (41) menjelaskan, sejak awal pembangunan gedung sekolah pada tahun 2015 silam, keluarganya telah mengajukan protes tentang penyerobotan tanah itu ke pihak terkait, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel.

Namun setelah berulang kali melalui proses mediasi, tak ada kejelasan atas nasib lahan yang telah dibangun gedung sekolah itu. Pihak keluarga hanya mendapati, jika patok batas tanah milik ahli waris telah hilang dan bergeser. Meski belum menemui penyelesaian, kini lahan tersebut telah berubah menjadi tembok besar gerbang masuk sekolah.

"Kita sudah mengadu ke Dindik tahun 2015, saat itu kita disuruh buat pengajuan resmi dari Kelurahan. Tapi tidak ada tindak lanjut, padahal pertemuan sudah tiga kali sejak tahun 2016 awal. Pertemuan terakhir dari Dindik, bangunan (pagar temboknya) mau dibongkar, dari gerbang sampai tengah halaman sekolah, tapi sampai sekarang belum ditindaklanjuti," kata M Hasan, Minggu (18/11/2018).

SDN Muncul 02 yang Diduga Menyerobot Lahan Warga (foto: Hambali/Okezone)SDN Muncul 02 yang Diduga Menyerobot Lahan Warga (foto: Hambali/Okezone) 

Keluarga ahli waris sempat menunjukkan berbagai dokumen yang dimiliki, termasuk surat girik atas nama almarhum H Mursan. Selain itu, ada pula dokumen lain tentang gambar denah beserta patok batas lahan tersebut. Kesemua dokumen turut di tanda tangani oleh Kelurahan, Ketua Lingkungan, hingga Badan Pertanahan setempat.

"Jika ada itikad baik dari Dinas Pendidikan, mari kita duduk bersama untuk bermusyawarah, agar permasalahan tanah peninggalan orang tua kami dapat cepat terselesaikan. Kami hanya keluarga kecil, ingin ada keadilan, karena kami kurang mengerti bagaimana lagi memerjuangkan hak lahan itu, dari tahun 2015 hanya digantung saja," ucap Hasan, ditemani sang nenek.

(Baca Juga: Banyak Lahan Diserobot Warga, UIN Jakarta Bingung Tampung Mahasiswa Baru) 

Dari penelusuran di lapangan diperoleh informasi, saat proses pembebasan lahan yang akan dibangun gedung SDN 02 melibatkan jasa perantara (Calo) dari pengurus lingkungan setempat. Calo itu yang selanjutnya menjalin komunikasi dengan Dindikbud Tangsel, hingga akhirnya disepakati tentang pembangunan gedung di atas lahan tersebut.

"Saran saya, coba dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan, karena saat itu ada dua pejabatnya yang memiliki peran penting saat pembebasan lahan bagi SDN 02 Muncul. Dan dari lingkungan, ada juga mantan pengurus RT yang bertindak sebagai perantara saat pembebasan lahan itu," ungkap Ruhiyat, Staf Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Muncul dikonfirmasi terpisah.

SDN Muncul 02 yang Diduga Menyerobot Lahan Warga (foto: Hambali/Okezone)SDN Muncul 02 yang Diduga Menyerobot Lahan Warga (foto: Hambali/Okezone)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini