nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Plt Bupati Bekasi Pimpin Apel Siaga Banjir

Antara, Jurnalis · Senin 19 November 2018 14:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 19 338 1979821 plt-bupati-bekasi-pimpin-apel-siaga-banjir-t5JqQwkwlB.jpg Banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Foto: Okezone)

BEKASI - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Jawa Barat, Eka Supria Atmaja bersama aparatur gabungan menggelar apel siaga penanggulangan bencana banjir yang sering kali merendam desa-desa di wilayah tersebut.

"Kesiagaan banjir ini amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana, namun masyarakat agar tetap siaga dan berkoordinasi dengan perangkat daerah tingkat desa, lurah, maupun kecamatan bila terjadi banjir pada daerahnya," kata Eka di Lapangan Mapolres Metro Bekasi, Kabupaten Bekasi, Senin (19/11/2018).

Menurut dia, kegiatan ini juga melibatkan relawan bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Selain itu, juga bertujuan agar segala kemungkinan terjadinya bencana dl musim penghujan dapat diantlsipasi termasuk menyelamatkan jiwa dan materi milik masyarakat.

Namun perlu diketahui dalam menyikapi permasalahan banjir, harus bersifat responsif menjadi preventif, bersifat sektoral menjadi multisektoral, inisiatif pemerintah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha serta sentralistik menjadi desentralisasi.

Dengan adanya hal tersebut, maka mengajak masyarakat untuk bergotong royong melakukan upaya pengurangan resiko bencana. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengajak masyarakat bergotong royong, membersihkan sampah terutama yang menyumbat saluran air atau drainase, dan laim sebagainya.

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemasangan rambu-rambu kebencanaan, pembuatan peta dan jalur evakuasi, pembuatan sumur biopori serta pemasangan alat peringatan dini.

Banjir Bekasi

Ia menambahkan dalam upaya antisipasi tersebut juga telah menyiapkan berbagai kelengkapan antaranya peralatan ataupun sarana yang akan dipergunakan dalam kegiatan penyelamatan khususnya saat terjadi musibah banjir.

"Itu seperti perahu karet, kano, perlengkapan SAR, mobil manage dan sejumlah alat evakuasi. Ini hanya digunakan bilamana banjir sudah melebihi batas ambang kelayakan," tukasnya.

Namun dalam antisipasi itu juga telah menyiagakan nenerapa personil dari tingkat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terus melakukan monitoring pada wilayahnya. Eka menjelaskan, banjir yang sering kali terjadi pada daerah Cabangbungin, Tambun Utara, Muaragembong, Sukatani, Pebayuran, Babelan, Cikarang Utara, Tarumajaya, Cibitung, serta Kedungwaringin.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini