nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunakan Paspor dan Visa Palsu, 4 WN Nigeria Diamankan Imigrasi Bandara Soetta

Anggun Tifani, Jurnalis · Selasa 20 November 2018 03:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 19 338 1980064 gunakan-paspor-dan-visa-palsu-4-wn-nigeria-diamankan-imigrasi-bandara-soetta-dpMIkc5tWL.jpg Imigrasi Bandara Soetta tangkap 4 WN Nigeria karena kedapatan pakai paspor dan visa palsu. (Foto : Anggun Tifani/Okezone)

TANGERANG – Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta mengamankan 4 warga negara (WN) Nigeria di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, lantaran kedapatan menggunakan paspor dan visa palsu.

RA (24), SA (20), dan FA (23) kedapatan menggunakan paspor palsu. Sementara ECB (25) diamankan karena menggunakan visa palsu.

"Mereka datang ke Indonesia menggunakan pesawat Ethiopian ET-628 pada Sabtu, 10 November 2018. Ketiga WN Nigeria tersebut kedapatan menggunakan paspor kebangsaan Ghana yang diduga palsu," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soetta, Enang Supriyadi Syamsi, Senin (19/11/2018).

Ia menjelaskan, paspor Ghana memang bebas visa masuk Indonesia. Kepada petugas, ketiganya mengakui berkewarganegaraan Nigeria.

Selain itu, petugas Imigrasi mengamankan 1 WN Nigeria dengan kasus berbeda, yakni ECB (25) yang diduga menyalahgunakan visa.

Imigrasi Bandara Soetta tangkap 4 WN Nigeria karena kedapatan pakai paspor dan visa palsu. (Foto : Anggun Tiffani/Okezone)

"Petugas kami sedang mendalami terkait penyalahgunaan visa. Apabila terbukti terhadap yang bersangkutan, akan dikenakan tindakan administratif berupa deportasi," ujar Enang.

Keempat WN Nigeria yang melanggar Undang-Undang Imigrasi tersebut, lanjut Enang, kini ditahan di ruang detensi Kanim Bandara Soetta. "Mereka diancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta," tukasnya.

(Baca Juga : 7 Pelaut Asing Diamankan Petugas Imigrasi di Pelabuhan Tanjung Perak)

Sebagai informasi, hingga November 2018, Kanim Kelas I Bandara Soetta telah melakukan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi terhadap 32 WNA. Diantaranya, 8 WN Bangladesh, 7 WN Nigeria, 5 WN Iran.

Sementara itu, hingga kini yang dikenakan tindakan pro justitia sebanyak 7 orang, satu diantaranya adalah WNI. Pas yang paling banyak dilanggar adalah pengguna paspor palsu.

(Baca Juga : Vlogger Nas Daily Dilarang Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Kemlu)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini