Tuntut Kembalikan Lahan, Warga Segel Gerbang Sekolah di Tangerang Selatan

Hambali, Okezone · Rabu 21 November 2018 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 21 338 1980788 tuntut-kembalikan-lahan-warga-segel-gerbang-sekolah-di-tangerang-selatan-1WRPVa7vXC.jpg Penyegelan sekolah oleh warga (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Keluarga ahli waris almarhum H Mursan menuntut agar pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengembalikan lahan yang telah diserobot untuk pembangunan gedung SDN 02 Muncul.

Istri almarhum H Mursan, Hj Imah (67) meminta, segera dilakukan penyelesaian atas penyerobotan lahannya seluas ratusan meter sejak tahun 2015 silam. Lokasi lahan itu beririsan dengan bagian depan halaman SDN 02 yang terletak di Jalan S. Baru Asih, RT07 RW03, Muncul, Setu, Tangsel.

"Saya minta hak atas tanah saya sendiri. Jangan karena kita masyarakat kecil lalu disepelekan. Ini sejak tahun 2015 lalu, hanya janji-janji terus," tutur Hj Imah, kepada Okezone di lokasi, Rabu (20/11/2018) sore.

Kini kondisi fisik Hj Imah terbilang sudah sangat renta. Keterbatasan itu, membuatnya tak bisa lagi mondar-mandir menyambangi pihak terkait guna memastikan nasib lahan peninggalan sang suami.

"Saya akan berjuang terus, karena ini hak peninggalan dari almarhum (suami). Anak-anak saya suruh melanjutkan, menunggu sampai ada pertanggung jawaban tentang status tanah kami ini," sambungnya.

Baca Juga: Serobot Tanah Kuburan, Empat Makam Dibongkar Paksa

Ahli Waris

Dilokasi yang sama, putra dari ahli waris, Muhamad Hasan (27) berkeras akan terus meminta Dindikbud Tangsel menyelesaikan tanggung jawabnya atas penggunaan lahan itu. Dia pun tak gentar, jika harus berhadapan dengan oknum calo yang sering "bermain mata" dengan oknum pada dinas terkait.

"Firasat saya, kenapa kasus kami ini bertahun-tahun tak ada penyelesaian dikarenakan ada oknum yang bermain di sini. Saya enggak mau sebut siapa dan dari mana, yang pasti punya jaringan kuat ke dinas terkait. Jadi lahan milik ahli waris keluarga kami digarap begitu saja diluar sepengetahuan kami," ungkap Hasan.

Kekecewaan Hasan, dan ahli waris lainnya sempat dituangkan menjadi aksi sepihak dengan menyegel gerbang masuk SDN 02 Muncul. Namun lagi-lagi, upaya itu dapat diredam oleh Hj Imah yang langsung meredakan kekesalan putra-putrinya di lokasi.

"Kami sudah cukup sabar menunggu kepastian. Kami keluarga ahli waris bisa saja menyegel sekolah ini, tapi kami masih sabar menunggu dulu itikad baik dari dinas pendidikan," seru Hasan dengan nada meninggi.

Dilanjutkan Hasan, pada Senin 19 Npvember 2018 sore, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan pegawai Kelurahan Muncul mendatangi lokasi bangunan SDN 02. Sayangnya, menurut Hasan, perwakilan itu bukan datang memberikan solusi kongkrit yang ditawarkan, melainkan meminta agar pihak ahli waris kembali menunggu hingga waktu yang belum ditentukan.

"Kemarin sore pada banyak yang datang ke sekolah, terus perwakilannya ada yang menemui kakak saya, dan intinya minta supaya disuruh menunggu lagi," tandas Hasan.

Dugaan penyerobotan lahan keluarga ahli waris itu diperkuat pula oleh berbagai dokumen yang dimiliki, termasuk surat girik atas nama almarhum H Mursan. Ada pula dokumen lain tentang gambar denah beserta patok batas lahan tersebut. Kesemua dokumen, terlihat di tanda tangani oleh Kelurahan, Ketua Lingkungan, hingga Badan Pertanahan setempat.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini