nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Faktor Ekonomi & Dendam Latari Rangkaian Aksi Pembunuhan di Penghujung Tahun

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 07:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 22 338 1981014 faktor-ekonomi-dendam-latari-rangkaian-aksi-pembunuhan-di-penghujung-tahun-XSHgQoHaCC.jpg TKP pembunuhan satu keluarga di Kota Bekasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dalam sepekan terakhir, sebanyak tiga aksi pembunuhan sadis sekaligus terjadi di wilayah Jabodetabek. Aksi pembunuhan pertama terjadi di wilayah Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi pada Selasa 13 November 2018 lalu.

Pada peristiwa itu, keluarga Diperum Nainggolan yang berjumlah empat orang (istri dan 2 anaknya-red) tewas dibunuh oleh pemuda bernama Haris Simamora. Padahal Haris masih kerabat dari istri korban. Pelaku diduga tega menghabisi nyawa sekeluarga itu lantaran sering dimarahi dengan kata-kata kasar.

Sedangkan aksi pembunuhan kedua terjadi pada 17 November 2018 di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di mana seorang mantan wartawan media nasional bernama Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi dihabisi nyawanya oleh pelaku yang belakangan diketahui bernama M Nurhadi. Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam sebuah drum plastik berwarna biru.

Rumah Duka Dufi

Dufi sebelumnya dibunuh di sebuah kontrakan di ‎daerah Kampung Bubulak, Gunung Putri dan kemudian jasadnya dibuang di kawasan Industri Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Mayat korban ditemukan oleh seorang pemulung pada keesokan harinya, 18 November 2018 tanpa identitas.

Adapun peristiwa pembunuhan ketiga dialami seorang pemandu lagu bernama Ciktuti Iin Puspita (22) pada Selasa, 20 November 2018. Iin Puspita ditemukan sudah tak bernyawa di dalam lemari pakaian di kamar kosnya, di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Korban ditemukan tewas dalam keadaan sudah dipenuhi lalat disertai bekas luka di kepala. Iin diduga ‎dibunuh oleh sepasang kekasih yakni, Yustian (24) dan Nissa Regina (17) dengan motif permasalahan uang titipan pelanggan karaoke tempat mereka bekerja.

TKP Mayat dalam Lemari

‎Terkait rentetan kasus pembunuhan menjelang akhir tahun itu, Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti mengatakan, peristiwa tersebut tidak bisa digeneralisir, mengingat masing-masing kasus tersebut motif pembunuhannya berbeda.

"Orang yang melakukan tindakan pembunuhan itu sudah merupakan kekejaman, apalagi jika dilakukan secara terencana dan dengan cara-cara ‎sangat kejam, seperti mutilasi," kata Poengky saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Berdasarkan catatan yang dimiliki Kompolnas, ‎pembunuhan sadis bukan hanya terjadi pada beberapa waktu belakangan ini. "Setahu saya, pembunuhan dengan cara-cara yang sangat kejam tidak hanya dilakukan akhir-akhir ini," imbuhnya.

Sementara itu, Indonesian Police Watch (‎IPW) lebih melihatnya dari aspek penegakan hukum. IPW mendesak jajaran kepolisian tak hanya mengungkapnya secara cepat, namun juga dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menyebut, motif pembunuhan sadis yang terjadi beberapa pekan terakhir umumnya dilatari oleh faktor ekonomi, selain juga motif dendam akibat sakit hati.

"Biasanya dalam kasus pembunuhan sadis seperti ini latar belakangnya adalah masalah keluarga atau dendam atau menyangkut masalah ekonomi atau masalah yang bernuansa harga diri," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini