nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov DKI Mulai Kaji Pengintegrasian Transportasi di Jakarta

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 20:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 23 338 1982036 pemprov-dki-mulai-kaji-pengintegrasian-transportasi-di-jakarta-wJVn0AqH9N.jpg Anies Baswedan (Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara PT MRT Jakarta dan PT Transjakarta. Dengan adanya MoU tersebut Pemprov DKI telah memulai kajiannya terkait pengintegrasian transportasi yang tergabung dalam Jak Lingko.

"Kita membutuhkan transportasi umum massal yang bisa melayani warga Jakarta untuk berangkat dari mana saja menjangkau mana saja. Untuk itu, maka moda-moda transportasi di Jakarta harus terintegrasi sehingga penumpang dengan mudah berpindah dari satu moda ke moda lain dari satu rute ke rute lain," kata Anies di Kantor Transjakarta, Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, Jumat, (23/11/2018).

 Baca juga: Jokowi Naik MRT: Suaranya Tidak Bising

Anies mengatakan, pengintegrasian ini akan menjangkau berbagai aspek, seperti rute, tiket, serta pengelolaannya. Oleh sebab itu, perlunya pengkajian yang lebih dalam, agar seluruh moda transportasi akan terintegrasi mulai dari MRT hingga angkutan umum.

 MRT

"Arahannya adalah penduduk Jakarta dalam jangkauan 500 m dari tempat dia tinggal atau dia bekerja bisa mendapatkan kendaraan umum itu arahannya, jadi cukup 500 m dari anda berada, anda bisa mendapatkan kendaraan umum itu yang menjadi pegangan," paparnya.

 Baca juga: Jokowi Didampingi Menhub dan Anies Tinjau Pembangunan MRT

"Nah inilah yang akan dilakukan menurut laporan mereka berdua, Januari insyaAllah sudah ada hasil prelimenarynya (laporan awalnya) dari situ nanti akan dipaparkan dan kita lihat perkembangannya seperti apa," sambungnya.

Anies mengatakan, pengkajian ini akan melibatkan seluruh stakeholder untuk memaksimalkan informasi. Nantinya, akan digunakan agar pengintegrasian tersebut bisa dilakukan secara maksimal.

 Baca juga: Berpindah-pindah Negara, Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Vandalisme Kereta MRT

"Kalau itu suda,h maka secara bertahap kita membuat restriksi atas kendaraan pribadi, restriksi itu satu pengurangan tempat parkir, dua peningkatan harga parkir, tiga rute-rute yang dibatasi, tapi itu semua dilakukan ketika transportasi umumnya sudah ada sehingga orang mudah berpindah, kalo belum ada penggantinya tidak fair ini yang sedang kita lakukan," tambahnya.

Untuk itu, dirinya mengapresiasi langkah dari PT Transjakarta dan PT MRT Jakarta yang mau melakukan kajian dengan melibatkan semua pihak demi memudahkan akses bagi warga Jakarta.

"Karena itu saya apresiasi kepada PT Transjakarta dan PT MRT Jakarta yang memulai studi ini secara kolaboratif pembiayaannya dari mereka berdua melibatkan banyak pakar, melibatkan pengguna dan harapannya nantinya akan menghasilkan sebuah pedoman integrasi yang bisa dipake oleh semua," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini