nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringati HKN ke-54, Pemkot Tangsel Gratiskan Biaya Pengolahan Darah

Hambali, Jurnalis · Minggu 25 November 2018 17:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 25 338 1982560 peringati-hkn-ke-54-pemkot-tangsel-gratiskan-biaya-pengolahan-darah-5yyu1sarHP.jpg Perayaan HKN di Tangsel (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak perlu lagi merasa khawatir dengan tingginya harga untuk membeli tiap kantung darah. Pasalnya, pemerintah setempat telah menggratiskan biaya pengolahan darah melalui dana alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menjelaskan hal itu di sela-sela perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di lapangan Kecamatan Pamulang, Tangsel, Minggu (25/11/2018). Menurut dia, sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 14 tahun 2017, maka kini biaya pengolahan darah ditanggung pemerintah sepenuhnya.

"Saat ini kita me-launching darah gratis, jadi bukan darahnya yang gratis, dari dulu juga darah gratis. Yang menjadi biaya itu adalah pengolahannya, kantung darahnya, sekarang kita kerjasama dengan PMI biaya itu ditanggung oleh pemerintah Kota Tangsel," kata Airin.

Biaya pengolahan dan sistem teknologi yang digunakan untuk menyimpan darah sebenarnya cukup tinggi, yakni mencapai Rp660 ribu perkantung darah jika mendapatkannya dengan pengujian asam Nukleat atau disebut Nucleic Acid Testing (NAT).

Baca Juga: Diduga Ada Ketidaksesuaian Anggaran, Konstruksi Gedung Pemkot Tangsel Diperiksa KPK

Sedangkan jika menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (Elisa), maka harganya hanya sekira Rp360 ribu perkantung darah. Sistem ini jauh lebih murah lantaran teknik pengerjaannya yang relatif sederhana dan ekonomis.

Tingginya harga pengolahan tiap kantung darah itu, menjadi salah satu pertimbangan Pemkot Tangsel menjalin kerjasama dengan sekira 17 rumah sakit swasta yang ada. Dimana nantinya pasien yang membutuhkan darah tak akan dikenakan biaya, karena sudah ditanggung oleh pemerintah.

"Cukup menunjukkan e-KTP Tangsel saja, jadi ini gratis semua," imbuh Airin.

Darah

Sayangnya, biaya pengolahan darah gratis itu baru bisa dinikmati masyarakat mulai tahun 2019 nanti. Lantaran anggaran yang akan dikucurkan baru terealisasi pada anggaran tahun 2019, dengan jumlah alokasinya mencapai sekira Rp5 miliar.

Menambahkan hal itu, Kepala Unit Transfusi Darah Kota Tangsel, Suhara Manullang, memaparkan, tahun ini pihaknya tengah menyiapkan jaminan ketersediaan dan jaminan mutu darah. Karena secara angka ketersediaan darah, statistiknya adalah 2 persen dari jumlah penduduk.

"Kalau mengambil jumlah penduduk di Tangsel ini kan mencapai 1,2 juta sampai 1,3 juta, kalau 2 persennya itu berarti minimal 3 ribu kantung darah perbulan, tapi saat ini baru mencapai 1500 kantung darah perbulan," jelas Suhara.

Sebagai gambaran, untuk Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel saja setidaknya memerlukan 400 sampai 500 kantung darah per bulan, belum lagi jika harus memenuhi pasokan darah bagi rumah sakit lainnya. Meski diketahui, rumah sakit yang ada bisa saja bekerjasama dengan pihak lain dalam pengadaan suplai darah.

"Kita membangun juga jejaring, jadi jika kehabisan stok maka bisa meminta ke PMI Kota atau Kabupaten lain. Tapi ini artinya setiap bulan kita harus evaluasi, potensi pendonor ini harus kita kelola agar tak menumpuk pada bulan tertentu, agar bisa mencukupi kebutuhan darah yang ada," tukas Suhara.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini