3.624 Kendaraan Lakukan Pelanggaran Selama 24 Hari Penerapan E-Tilang

Badriyanto, Okezone · Selasa 27 November 2018 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 27 338 1983282 3-624-kendaraan-lakukan-pelanggaran-selama-24-hari-penerapan-e-tilang-aeXlKhf5O7.jpg Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Polisi telah menerapkan sistem electronic traffic law enforcement (ETLE) atau yang disebut tilang elektronik (e-tilang). Selama 24 hari berlangsung, ada sebanyak 3.624 kendaraan yang terpantau melanggar lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf menerangkan, dari total 3.624 pelanggar itu, 1.156 kendaraan terdapat di Jalan Medan Merdeka, sedangkan 2.468 kendaraan lainnya di Jalan MH Thamrin.

"Pelat hitam ada 2.777 kendaraan, pelat kuning 639 kendaraan, pelat merah 60 kendaraan, pelat luar DKI Jakarta 69 kendaraan, mobil dinas TNI dan Polri 53 kendaraan, dan mobil kedutaan 16 kendaraan," papar Yusuf kepada Okezone, Selasa (27/11/2018).

(Baca juga: Kamera Berteknologi Tinggi Siap Awasi Pengendara Bermotor)

Ribuan kendaraan yang melanggar di kawasan Jalan Sudirman dan MH Thamrin tersebut langsung diverifikasi oleh petugas big office Polda Metro Jaya untuk memastikan validitas pelanggaran.

Selanjutnya, petugas mengirim surat konfirmasi yang disertai foto pelanggaran ke alamat pemilik kendaraan melalui PT Pos Indonesia atau e-mail dan nomor ponsel, maksimal tiga hari setelah peristiwa pelanggaran.

Setelah mendapat surat konfirmasi, pemilik kendaraan memiliki waktu selama lima hari untuk mengonfirmasi penerimaan ke situs https://etle-pmj.info atau aplikasi ETLE-PMJ yang dapat diunduh di Android atau melalui PT Pos Indonesia.

"Rincian penindakan E-TLE yang sudah terkonfirmasi selam 24 hari diberlakukan ada sebanyak 1.917 kendaraan," imbuh Yusuf.

(Baca juga: Sistem E-Tilang, Mobil TNI-Polri dan Pejabat Negara Tetap Ditindak jika Melanggar)

Tilang elektronik. (Foto: Ist)

Setelah mengonfirmasi, lanjut dia, pemilik kendaraan akan mendapat surat tilang berwarna biru sebagai bukti pelanggaran, berikut dengan kode BRI virtual untuk menyelesaikan pembayaran denda paling lama satu pekan melalui bank BRI.

"Jumlah pelanggar E-TLE yang telah terbayarkan selama diberlakukan E-TLE ada sebanyak 180 kendaraan," jelasnya.

Sekadar diketahui, pemilik kendaraan yang tidak menyelesaikan denda hingga batas waktu ditentukan maka secara otomatis STNK diblokir sementara dan akan diaktifkan kembali setelah denda dibayar.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini