nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Metro Ungkap Penipuan Modus Agen Perjalanan yang Jual Tiket Pesawat Murah

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 19:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 10 338 1989378 polda-metro-ungkap-penipuan-modus-agen-perjalanan-yang-jual-tiket-pesawat-murah-7fM2uxFdJ5.jpg Polda Metro Jaya ungkap kasus penipuan dengan modes agen perjalanan yang jual tiket pesawat murah. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik penipuan dari sebuah agen perjalanan yang menjual tiket pesawat Singapore Airlines hasil pembobolan kartu kredit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, dalam pengungkapan itu pihaknya menangkap empat orang tersangka, yaitu AH, A, H, dan RM.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari Kepolisian Singapura yang menangkap seorang berinisial J yang merupakan WN Filipina yang tinggal di Singapura. Yang bersangkutan menjual tiket Singapore Airline. Dari keterangan J ini diduga ada keterlibatan WN Indonesia," ungkap Argo di Polda Metro Jaya, Senin (10/12/2018).

Berdasarkan informasi itu, kata Argo, pihaknya segera menyelidiki kasus tersebut dengan menggali informasi terkait asal-muasal tiket penerbangan yang didapat J.

Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian memburu para tersangka dan berhasil ditangkap di dua lokasi berbeda. AH, kata Argo, ditangkap di kawasan Bandung, Jawa Barat. Sementara, tiga lainnya, yaitu A, H, dan RM ditangkap di Medan, Sumatera Utara.

Dari keterangan dari tersangka diketahui mereka memiliki outlet resmi penjualan tiket penerbangan di wilayah Jakarta dan Singapura.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto : Dok Okezone)

Selain itu, ia menambahkan, aksi penipuan tersebut dilakukan dengan cara membobol identitas pengguna kartu kredit secara acak. Pembobolan itu mengunakan cara menyebar email berisi informasi yang menyebut bahwa pemilik akun atau email itu sebagai pemenang undian.

Para pemilik email yang tertipu akan diminta untuk mengisi biodata yang mengarah kepada data pribadi di kartu kredit. Dengan data itulah, para pelaku meretas data kartu kredit yang nantinya digunakan untuk membeli tiket peswat.

"Jadi modusnya itu meretas datalah. Nanti kartu kredit itu dibobol oleh para tersangka untuk digunakan membeli tiket," paparnya.

(Baca Juga : Polisi Cekal Mantan Wagub Bali Sudikerta)

Usai melakukan pembelian tiket pesawat itu, para pelaku akan menjual dengan harga yang lebih murah. Adapun aksi penipuan itu telah dilakukan selama empat tahun. Kerugian yang telah dialami pihak maskapai Singapore Airlanes mencapai Rp1 miliar.

"Kerugian dari awal pelaku beraksi itu mencapai Rp1 miliar tapi kalau dihitung dalam 1 tahun terakhir itu kerugian yang dialami pihak maskapai mencapai Rp200 juta," ungkapnya.

(Baca Juga : Konjen AS di Surabaya Dicatut untuk Penipuan Penerimaan Karyawan)

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini