nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aplikasi Online Diluncurkan Awasi Bangunan Bermasalah

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 20:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 17 338 1992602 aplikasi-online-diluncurkan-awasi-bangunan-bermasalah-goNQhIsYDm.jpg ilustrasi

JAKARTA - Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Sudin Citata) Kota Administrasi Jakarta Timur sedang gencar melakukan penindakan terhadap bangunan bermasalah di wilayahnya. Salah satu cara yang dilakukan, adalah dengan cara meluncurkan aplikasi online.

Kasudin Citata Jakarta Timur, Widodo mengatakan, adanya aplikasi itu dapat mempersingkat waktu dalam melakukan penertiban bangunan yang tak memenuhi prosedur.

Selama ini, kata dia, dalam menerbitkan dokumen penertiban suatu bangunan bermasalah, dibutuhkan waktu tiga hari lebih. Sehingga, penindakan bakal lamban dilaksanakan lantaran terkendala waktu.

"Jadi, dalam kegiatan pengawasan dan penindakan itu banyak admistrasinya panjang, harus bikin surat ini dulu, bolak-balik ke Sudin urus lagi ke kecamatan jadi sebagai gambaran saja kayak penerbitan surat peringatan itu butuh 25 lembar. Berapa tanda tangan kan Sudin di situ," kata Widodo, Senin (17/12/2018).

Ilustrasi

(Baca Juga: Pemprov DKI Tata Bantaran Kali Karang Pluit untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat)

Dengan adanya aplikasi tersebut, kata dia, adminstrasi terkait penertiban bangun lebih praktis dilaksanakan. Sebab, petugas di lapangan hanya memasukan data, lalu dirinya menyetujuinya menggunakan handphone.

"Jadi nanti apaabila ada temuan pelanggaran, ya langsung saja masuk ke PC, langsung online saya buka di HP saya, langsung approve jadi bisa langsung cetak tuh SP. Jadi tidak ada kegiatan fisik surat menyurat itu semuanya sistem online," ujarnya.

Menurutnya, penindakan berbasis online itu dapat mengurangi energi anak buahnya dan mereka bisa bekerja secara maksimal.

"Saya berharap waktu yang ada di kecamatan itu jauh lebih banyak, sehingga mereka akan lebih leluasa untuk survei kemana-mana. Ini saya perhatiin banyak kasus udah kemana-mana baru di SP kenapa? Ya karena itu tadi mondar mandir ke Sudin dan lain-lain," tukasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini