nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Temui Anies, Massa Aksi Bergeser ke Balai Kota

Neneng Hasanah, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 15:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 18 338 1992908 tak-temui-anies-masa-aksi-bergeser-ke-balai-kota-tCWvXdgVfT.JPG Demo Buruh (Foto: Neneng Hasanah)

JAKARTA - Tak menemui Anies Baswedan di kantor Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta, massa aksi buruh melakukan long match ke Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).

Sesampai di sana, massa yang berasal dari Aliansi Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin SPSI Provinsi DKI Jakarta menyuarakan tuntutannya terkait kontrak politik buruh bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Basweda di Ragunan beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan dari Okezone, setelah waktu istirahat beberapa perwakilan buruh melakukan perundingan dengan Anies di dalam Kantor Balai Kota. Selanjutnya, para perwakilan pun keluar dari kantor bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja. Mereka pun menyampaikan hasil perundingannya kepada rekan-rekan buruh yang menunggu di depan gerbang Balai Kota.

Ketua DPD LEM SPSI DKI Jakarta pun berharap, dalam 15 hari rekan-rekan buruh dapat memegang Peraturan Gubernur yang berisi angka-angka UMPS yang diperjuangkan sejak November lalu.

"Mudah-mudahan dalam perjuangan kita yang tidak kenal henti ini, kita pastikan 15 hari ke depan kita bisa pegang Pergub yang berisi angka-angka UMSP yang sebagaimana kita perjuangkan dari bulan November kemarin dan kita rasakan bersama InsyAllah," ungkapnya melalui pengeras suara.

Buruh

Baca Juga: Imbas Demo Buruh di Tugu Tani, Lalin Kebon Sirih Semrawut

Setelah mendengarkan keluhan oleh buruh, Anies menitipkan salam hormat dan permintaan maaf karena tidak dapat menemui rekan-rekan buruh di depan gerbang Balai Kota. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta di atas mobil pikap yang digunakan oleh pendemo.

"Bapak Gubernur dengan seksama mendengar keluhan apa yang disampaikan oleh rekan-rekan perwakilan yang dipimpin oleh Pak Yuliyanto, yang intinya gubernur akan bekerja untuk rakyat, Insya Allah," tuturnya.

Ia pun menambahkan, Pemerintah DKI Jakarta akan terus bekerja dan berdiskusi dengan rekan-rekan dari perserikat pekerja untuk mendapatkan angka terbaik yang nantinya semua bisa dinikmati oleh para pekerja.

Setelah itu, para buruh pun membubarkan diri sekira pukul 13.40 WIB.

Seperti yang diketahui, pada aksi ini buruh menolak formula PP 78 tahun 2015 dan mendesak pemerintah merevisi UMP DKI Jakarta tahun 2019 pasca-kandasnya kasasi Pemprov DKI Jakarta. Dalam aksinya, demonstran membawa spanduk/poster besardan bendera serikat pekerja.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini