nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Demo di Depan Polsek Pamulang, Lalu Lintas Dialihkan

Hambali, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 17:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 20 338 1993994 ada-demo-di-depan-polsek-pamulang-lalu-lintas-dialihkan-ee7yDgDzR6.jpg Massa berdemo di depan Polsek Pamulang mengakibatkan kemacetan (Foto: Hambali)

TANGSEL - Puluhan massa menutup akses pintu masuk Mapolsek Pamulang, Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (20/12/2018) sore.

Pantauan Okezone di lokasi menunjukkan, arus lalu lintas di jalur yang mengarah dari Reni Jaya menuju bundaran di depan Universitas Pamulang (Unpam) menjadi tersendat. Sebab, sisi jalan di gerbang masuk Polsek Pamulang sudah dikerumuni massa.

(Baca Juga: Demo 1 Dekade Kota Tangsel Ricuh, Mahasiswa Ngaku Diseret dan Dipukuli Satpol PP)

Guna mengurai kemacetan panjang, pihak kepolisian lantas mengalihkan satu jalur arus lalu lintas yang melewati depan Polsek Pamulang. Pengendara dari arah Reni Jaya diarahkan masuk melalui gang kecil sebelum Mapolsek Pamulang, lalu tembus melewati depan Kecamatan Pamulang.

"Ini kita alihkan sementara karena pengunjuk rasa menutup sebagian jalan, nanti kita buka lagi," kata AKP Mansuri, Wakapolsek Pamulang.

Demo depan Polsek Pamulang 

Sejumlah petugas turut mengamankan aksi demonstrasi dengan berjaga di depan gerbang masuk Mapolsek Pamulang. Dalam tuntutannya, para pendemo meminta profesionalisme petugas kepolisian dalam penangkapan salah satu mahasiswa yang diduga terlibat narkoba.

"Ada 4 orang yang ditangkap saat kejadian, tapi yang lain sudah dilepas semua. Lalu mengapa satu orang lagi tetap ditahan? Kalau memang bersalah kita mendukung bapak-bapak polisi melakukan penahanan tapi tidak boleh pandang bulu," seru salah satu orator pendemo.

(Baca Juga: Bawa 1.000 Aspirasi, Lilik Jalan Kaki dari Grobogan ke Istana Temui Jokowi)Demo depan Polsek Pamulang

Informasi yang dihimpun, aksi demo itu berasal dari massa keluarga remaja berinisial A (19) yang ditahan atas dugaan keterlibatan narkoba pada 22 November 2018 lalu bersama 3 orang lainnya. Mereka memprotes sikap polisi yang justru membebaskan 3 rekan A, namun A sendiri tetap dilakukan penahanan hingga saat ini.

"Kami meyakini ada penyimpangan dalam kasus ini. Kami akan bertahan disini hingga ada kejelasan dari kepolisian atas kasus yang menimpa anggota keluarga kami," tukas perwakilan keluarga A di lokasi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini