Pembangunan ITF Sunter Telan Rp3,6 Triliun, DKI Utang ke World Bank

Sarah Hutagaol, Okezone · Kamis 20 Desember 2018 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 20 338 1994037 pembangunan-itf-sunter-telan-rp3-6-triliun-dki-utang-ke-world-bank-ohPmT6POqi.jpeg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peletakan batu pertama pembangunan proyek pengolahan sampah ITF Sunter, Jakarta Utara (Foto: Sarah Hutagaol)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pengolahan sampah energi listrik atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara.

Proyek itu dikerjakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bekerjasama dengan perusahaan asal Finlandia, yakni Fortum Power.

Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto menjelaskan, proyek ITF yang dibangun itu mampu mengkonversikan sampah dari energi panas menjadi energi listrik sebesar 35 megawatt per jam.

(Baca Juga: Pembangunan ITF Sunter Dimulai, Anies Ukir Sejarah Baru Jakarta)

Nilai investasi atas pembangunannya sebesar USD250 juta atau sekira Rp3,6 triliun. Sehingga untuk memenuhi pembiayaan itu, ia tak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI melainkan pinjaman dari World Bank.

"Sebetulnya kalau dari pembiayaannya kita menerima pinjaman dari World Bank, yang kita tanda tangani skemanya tuh di Bali kemarin pada World Bank Conference, saat sedikit yang berasa APBD," ujar Dwi Wahyu di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (20/12/2018).

"Bila perlu, nanti siapa tahu lembaga pembiayaan tersebut akan masuk dalam organisasi joint venture sebagai investor," lanjutnya.

(Baca Juga: Anies Resmikan Mesin Pengolah, Produksi Beras di DKI Diyakini Dapat Meningkat)

Ilustrasi sampah DKI ketika dibuang ke Bantargebang

Dwi Wahyu menerangkan, untuk pengembalian pinjaman tersebut, pihaknya masih mempertimbangkan berbagai bentuk skema pengembalian. Sedangkan dengan sistem pengelolaan ITF, pengelolaannya terutama dalam hal biaya dikeluarkan oleh Pemprov DKI.

"Jangka pengembaliannya selama masa konsesi gitu ya, dan banyak skenario yang akan kita pikirkan," tutup Dwi Wahyu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini