nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo di Kedubes China, Neno Warisman: Murni Bela Uighur, Tak Ada Tujuan Politik

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 17:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 21 338 1994495 demo-di-kedubes-china-neno-warisman-murni-bela-uighur-tak-ada-tujuan-politik-IOdRYNcIwL.jpeg Neno Warisman orasi di atas mobil komando saat aksi bela muslim Uighur di depan Kedubes China. (Foto : Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA – Aktivis Neno Warisman turut hadir dan menyuarakan pendapatnya untuk membela muslim Uighur di depan Kedutaan Besar (Kedubes) China, di kawasan Jakarta Selatan. Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China, mengalami penindasan di negerinya sendiri.

Dari atas mobil komando, Neno Warisman mulai berorasi. Ia membacakan alinea pertama UUD 1945 yang berisikan tentang hak semua orang untuk mendapatkan kemerdekaan.

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh karena itu maka penjajahan di atas bumi harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," ucap Neno Warisman, Jumat (21/12/2018).

Mendengar pernyataan yang diteriakkan oleh salah satu penggerak #2019gantipresiden itu, demonstran yang di dalamnya termasuk Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyambutnya dengan dengan mengumandangkan kebesaran nama Tuhan.

Demo bela Uighur di depan Kedubes China. (Sarah Hutagaol/Okezone)

Selanjutnya, Neno Warisman yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menegaskan, orasi yang dilakukannya dengan PA 212 tidaklah terkait kepentingan politik apapun. Ia mengaku aksi kali ini murni untuk menyuarakan misi kemanusiaan terhadap kaum Uighur.

"Saudara-saudaraku yang Allah cintai yang hadir saat ini dengan tujuan karena Allah bukan karena alasan apapun, tetapi karena kita muslim bersaudara. Kita tidak punya tujuan politik apapun, jangan menamakan segala aksi kemanusiaan dalam bingkai-bingkai yang lain," ungkapnya.

(Baca Juga : Bela Muslim Uighur, PA 212 Demonstrasi di Kedubes China)

"Ini adalah urusan kemanusiaan. Karena itu, teman semuanya seperjuangan yang hadir pada hari ini kebekuan beton-beton ini jadi saksi bahwa kita sudah menyatakan pendapat kita, bahwa kemerdekaan bagi kaum Uighur harus kita perjuangkan semampu kita," tutup Neno Warisman.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengutuk keras Pemerintah China yang telah melakukan penindasan terhadap umat muslim Uighur di Provinsi Xinjiang. Ia pun mendesak PBB dan Komnas HAM Indonesia melakukan tindakan tegas terkait perlakukan terhadap muslim Uighur.

(Baca Juga : GNPF Ulama Desak PBB dan OKI Turun Tangan Selamatkan Muslim Uighur)

(erh)

Berita Terkait

Uighur

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini