nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rutan Kelas II B Depok Musnahkan Sabu dan Ratusan HP Hasil Razia Sepanjang 2018

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Senin 31 Desember 2018 23:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 31 338 1998286 rutan-kelas-ii-b-depok-musnahkan-sabu-dan-ratusan-hp-hasil-razia-sepanjang-2018-QVXHc4bKh2.jpg Pemusnahan Sabu dan Ratusan HP milik Narapidana di Rutan Kelas II B Depok, Jawa Barat (foto: Wahyu M/Okezone)

DEPOK - Sebanyak 201 buah handphone (HP), 2 buah charger, 63 buah baterai HP, dan 9 power bank serta Narkoba jenis sabu 50 gram hasil sitaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B, Cilodong, Depok. Selain itu sejumlah senjata tajam yang sengaja dibuat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) juga turut dimusnahkan dengan cara dibakar dalam sebuah tong besar.

Kepala Rutan Kelas II B Depok, Bawono Ika Sutomo mengatakan, barang terlarang tersebut merupakan barang sitaan selama tahun 2018 yang diselundupkan sejumlah pengunjung.

(Baca Juga: Malam Tahun Baru, BMKG Imbau Warga Pesisir Waspadai Gelombang 2,5 Meter) 

"Barang hasil razia tersebut sebelumnya kita tampung di menara yang bisa dilihat oleh pengunjung, dengan maksud agar pengunjung melihat dan turut membantu dengan tidak menyelundupkan ke dalam Rutan saat berkunjung," kata Bawono, Senin (31/12/2018).

Kepala Rutan Kelas II B Depok, Bawono Ika Sutomo dan Jajaran (foto: Wahyu M/Okezone)	Kepala Rutan Kelas II B Depok, Bawono Ika Sutomo dan Jajaran (foto: Wahyu M/Okezone) 

Dia menuturkan, selain handphone hasil sidak petugas dan pemeriksaan secara intensif, petugas juga berhasil mengamankan narkoba jenis sabu dan lainnya sebanyak 50 gram. Kemudian narkoba dan warga binaan yang berhasil diamankan sudah diserahkan kepada instansi berwenang untuk proses hukum selanjutnya.

"Narkoba hasil temuan petugas Rutan kita proses dan serahkan pada pihak jajaran berwenang seperti BNN dan kepolisian, untuk ditindak lanjuti proses hukumnya," imbunya.

(Baca Juga: Warga NTT Dilarang Pawai Kendaraan pada Malam Tahun Baru 2019) 

Menurut dia, hasil barang sitaan ini merupakan wujud dari penguatan jajaran pengamanan dalam melaksanakan tugas, salah satu kasus yakni penyelundupan handphone melalui pembalut wanita.

"Alhamdulillah petugas kami yang sudah terlatih dapat mengetahui jika ada pengunjung yang membesuk dengan melakukan pemeriksaan yang intensif, sebagai sarana penunjang untuk warga binaan berkomunikasi, kami menyediakan sarana untuk komunikasi para warga binaan dengan keluarganya. Ada beberapa wartel di masing-masing blok," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini