Polri Kaji Sanksi Khusus bagi Driver Ojol yang Suka Main HP saat Mengemudi

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 05 Januari 2019 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 04 338 2000150 polri-kaji-sanksi-khusus-bagi-driver-ojol-yang-suka-main-hp-saat-mengemudi-8WtoCkeG9N.JPG Kakorlantas Polri, Irjen Pol Refdi Andri (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

JAKARTA - Transportasi umum berbasis aplikasi macam ojek online, kini telah menjelma menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Penggunaannya yang cukup dengan satu genggaman handphone saja, dirasa efektif untuk warga yang memiliki mobilitas tinggi, khususnya yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Di balik banyak hal positif aplikasi transportasi online, ternyata adapula potensi negatif dari proses kemajuan teknologi tersebut. Salah satunya dapat dilihat dari faktor keselamatan pengendara dan penumpang ojek online itu sendiri.

Ancaman keselamatan datang ketika, sang driver ojek online itu kerap menggunakan alat penunjuk arah seperti Global Positioning System (GPS) atau Google Maps saat mencari lokasi penjemputan penumpang.

Bahkan, ketika melakukan pengantaran pengguna jasa, tak jarang pengemudi masih harus berpatokan pada ponselnya untuk mencari lokasi tujuan dari si penumpang, sehingga seringkali tidak fokus dalam mengemudi.

Hal itu jelas meresahkan masyarakat. Pasalnya, dalam mengendarai alat transportasi apapun, dibutuhkan fokus dan tingkat konsentrasi tinggi. Keresahan masyarakat itupun sudah dilihat oleh aparat kepolisian.

Jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, sedang menyiapkan sejumlah regulasi berupa sanksi tegas selain tilang untuk menghindari rawannya kecelakaan bagi driver ataupun pengguna ojek online.

GPS Ojol

"Kami lakukan sosialisasi tentu nanti akan ada saatnya langkah kami di samping langkah preemtif, preventif tentu akan ada penegakan hukum tegas. Sekarang pun sudah kami lakukan, ada datanya. Kami lakukan gakkum terhadap masyarakat yang melakukan komunikasi saat mengemudi diatur UU," kata Kakorlantas Polri, Irjen Refdi Andri saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 Ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Sementara, dalam Pasal 283 juga disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750.000.

Dalam data yang diterima Okezone dari Korlantas Polri, kategori profesi yang paling banyak mengalami kecelakaan salah satunya adalah pengemudi atau sopir. Di tahun 2018 sendiri, insiden itu terjadi sebanyak 26 persen. Meskipun menurun dibandingkan tahun 2017 yang menyentuh angka 36 persen.

Infografis Ojol

"Ya, memang ada potensi pelanggaran, kecelakaan, karena memang potensi kecelakaan itu pertama melawan arus, mengonsumsi narkoba, salah satunya melakukan komunikasi saat mengemudi," ungkap Refdi.

Buka Komunikasi dengan Perusahaan

Refdi mengungkap, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan dari aplikasi transportasi online terkait dengan permasalahan keselamatan pengendara dan penumpang.

Polri kata dia, telah mensosialisasikan kepada perusahaan ojek online akan adanya ancaman keselamatan dari penggunaan alat komunikasi ketika sedang berkendara. "Kami sudah panggil dan mengundang pihak perusahaan dan memberikan pemahaman," tegasnya.

Komunikasi antara pihak kepolisian dan perusahaan ojek online lanjutnya, sangat penting untuk mencari solusi terbaik mengenai hal tersebut. Mengingat, hal ini menyangkut keselamatan ratusan juta pengguna moda transportasi online.

"Karena mitra ojol satu juta se-Indonesia. Pelanggan 105 jutaan artinya jika tidak kami tindak, tentu akan ada potensi kecelakaan lalin bukan hanya diri sendiri tapi juga orang lain," tutupnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini