Tak Bisa Lepas dari GPS, Driver Ojol Tetap Harus Perhatikan Hal Ini

Mufrod, Okezone · Sabtu 05 Januari 2019 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 04 338 2000162 tak-bisa-lepas-dari-gps-driver-ojol-tetap-harus-perhatikan-hal-ini-EmUdtU7PXr.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Bagi pengendara motor, khususnya pengemudi ojek online, seyogyanya memerhatikan etika berkendara secara safety. Sebab, perilaku berkendara ini tak hanya berhubungan dengan kenyamanan, melainkan juga demi keselamatan si pengemudi dan penumpang.

Apalagi, pengemudi ojek online punya kebiasaan melihat Global Positioning System (GPS) pada ponselnya untuk mencari rute yang tepat untuk tiba ke tempat tujuan.

Ada beberapa tips aman berkendara yang perlu diperhatikan pengemudi ojek online. Pertama, si pengemudi sebaiknya mencari posisi nyaman namun tetap dapat mudah mengontrol laju dan manuver sepeda motornya.

Kedua, pemotor sejatinya menjaga jarak aman. Pasalnya, jalan raya bukanlah lintasan balap atau jalanan kompleks perumahan yang lengang. Sehingga, alangkah baiknya pengemudi mengatur jarak aman dengan pengendara yang melaju di depannya.

Kemudian ketiga, pengendara motor juga harus senantiasa menjaga kecepatan motornya. Jalanan kosong, bukan berarti bisa ngebut seenaknya. Perhitungkan jika ada kendaraan yang tiba-tiba memotong jalur. Kontrol kecepatan motor sangat penting di samping harus selalu waspada selama berkendara.

Infografis Ojol

Keempat, setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalan. Hal itu semata-mata demi keselamatan si pengemudi maupun penumpangnya. Jangan memaksakan diri saat melewati persimpangan dan perlintasan kereta api. Jangan lupa pula untuk menyalakan lampu sein, jika sekiranya hendak berbelok atau menepi.

Berkonsentrasi dalam berkendara di jalan raya perlu diperhatikan bagi setiap pengendara. Sebab, hal itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 106 ayat 1. Di mana disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya, wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Sedangkan dalam Pasal 283 disebutkan pula bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750.000.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini