Kewalahan Atasi Ojol, Pemprov DKI Minta Swasta Bantu Dirikan Selter

Fadel Prayoga, Okezone · Sabtu 05 Januari 2019 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 04 338 2000193 kewalahan-atasi-ojol-pemprov-dki-minta-swasta-bantu-dirikan-selter-AYPUisnvVn.jpg Ojek Online (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kewalahan mengatasi keberadaan ojek online (ojol) di jalanan Ibu Kota. Pemprov DKI meminta kantor-kantor swasta mendirikan selter sebagai tempat penampungan ojek saat menunggu pelanggan.

"Harapannya dengan dimulai dari Pemprov tentu menjadi contoh yang baik. Kita berharap yang ada diaset itu bisa diaplikasikan ke sektor gedung-gedung atau kantor swasta," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko kepada Okezone, Jumat, 4 Januari 2019.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya sudah memiliki 28 selter yang tersebar di lima wilayah. Rata-rata dari tempat yang tersedia dapat menampung ojol sebanyak lima hingga 10 motor.

"Ada 28 selter yang sudah ada dan itu berada di aset-aset milik Dishub DKI. Harapan pemerintah itu dapat menjadi contoh," imbuh dia.

Sigit mengaku pihaknya sudah sering berkomunikasi dengan pengusaha ojol. Namun, dari pembicaraan dengan mereka tak ada solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca Juga: Tak Terima Ditilang, Pengemudi Ojol Ini Minta Bantuan Ibunya Buat Ngamuk ke Polisi

Ojek Online

Manajemen ojek online, lanjut dia, hanya bisa menindak para pengendara yang bandel, seperti melanggar peraturan lalu lintas. Tindakan yang mereka lakukan hanya sebatas pemberhentian sebagai mitranya.

"Secara teknologi kan mereka bisa melakukan pengecekan daerah mana yang bisa dijadikan operasi mereka. Ini banyak juga di antara ojol yang sudah disuspend," kata Sigit.

Kendaraan roda dua yang digunakan sebagai ojek online, kata Sigit, bukan merupakan angkutan umum. Karena itu, pihaknya tak bisa mengatur keberadaannya.

Sigit menjelaskan, pihaknya hanya bisa melakukan penertiban jika mereka melanggar lalu lintas, seperti parkir di area yang dilarang untuk memarkirkan kendaraan.

"Kalau kita bicara ojol, kita ketahui kalau roda dua itu bukan angkutan umum. Makanya harus dilihat, jika melanggar larangan parkir kita cabut pentil sampai dengan pengangkatan motor," tukasnya.

Berikut daftar selter ojek online yang dimiliki Pemprov DKI :

1. Kantor Sudin Perhubungan Jakarta Utara luas 5m x 2m : 5 motor

2. Kantor Sudin Perhubungan Jakarta Pusat luas 6m x 2 m : 6 motor

3. Kantor Sudin Perhubungan Jakarta Barat luas 3m x 2m : 3 motor

4.Kantor Sudin Perhubungan Jakarta Selatan luas 5m x 2m : 5 motor

5. UP PKB Pulo Gadung luas 4,5 m x 3,35 m : 8 motor

6. UP PKB Cilincingg luas 10 m x 2,3 m : 10 motor

7. UP PKB Ujung Menteng : 5 motor

8. UP PKB Kedaungg Angke luas 7,5 m x 2 m : 10 motor

9. Terminal AKAP KP Rambutan luas 10 m x 2 m : 10 motor

10. Terminal Dalam KP Rambutan luas 10 m x 2 m : 10 motor

11. Terminal Kalideres luas 7 m x 2 m : 7 motor

12. Terminal Tanjung Priok luas 5 m x 2 m : 5 motor

13. Terminal Pulogadung luas 8 m x 2 m : 8 motor

14. Terminal Rawamangun luas 9 m x 6 m : 18 motor

15. Terminal Klender luas 6,3 m x 2 m : 7 motor

16. Terminal Pinang Ranti luas 10 m x 2 m : 10 motor

Ojek Online

17. Terminal Lebak Bulus luas 4 m x 2 m : 4 motor

18. Terminal Blok M luas 10 m x 2 m : 10 motor

19. Terminal Pasar Minggu luas 7 m x 2 m : 7 motor

20. Terminal Ragunan luas 7 m x 2 m : 7 motor

21. Terminal Manggarai luas 4 m x 2 m : 4 motor

22. Terminal Grogol luas 7 m x 2 m : 7 motor

23. Terminal Muara Angke luas 5 m x 2 m : 5 motor

24. Terminal Senen luas 11 m x 2 m : 11 motor

25. Terminal Kampung Melayu luas 6 m x 2 m : 6 motor

26. TMB Rawabuaya luas 6,6 m x 2 m : 7 motor

27. TMB Pulogebang luas 9 m x 6 m : 18 motor

28. TMB Tanah Merdeka luas 8 m x 2 m : 8 motor

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini