nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Manajemen Apartemen Green Pramuka Tentang Sosok Sekuriti Pelaku Pembunuhan Nurhayati

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 10:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 08 338 2001363 cerita-manajemen-apartemen-green-pramuka-tentang-sosok-sekuriti-pelaku-pembunuhan-nurhayati-DieNQouQAJ.jpg Ilustrasi Mayat Wanita (foto: Shutterstock)

JAKARTA - Manajemen Apartemen Green Pramuka City, Cempaka Putih, Jakarta Pusat mengaku pelaku pembunuhan terhadap Nurhayati pernah bermasalah soal kedisiplinan.

Head of Communication Apartemen Green Pramuka City, Lusida Sinaga mengatakan Haris merupakan salah satu petugas keamanan (sekuriti) apartemen, namun sebelum terjadi pembunuhan pihak manajemen sudah memecatnya.

(Baca Juga: Warga Green Pramuka Dengar Teriakan Minta Tolong sebelum Temukan Nurhayati Bersimbah Darah) 

"Dia itu bergabung di sekuriti kita itu 25 Sepetember 2017," kata Lusida kepada wartawan, Selasa (8/1/2019).

Ilustrasi Mayat (foto: Shutterstock)Ilustrasi Mayat (foto: Shutterstock) 

Namun seiring berjalannya waktu, Haris dipecat oleh pihak manajemen lantaran hampir satu pekan tidak masuk kerja tanpa ada keterangan.

"Sejak 29 april 2018 dia tidak datang ke kantor tanpa keterangan. SOP kita itu lima hari enggak datang berturut-turut tanpa keterangan, maka otomatis keluar. Tiba-tiba 10 Mei 2018 dia datang, jadi sudah hampir 2 minggu, dia bilang dapat kerjaan baru, namun otomatis sih karena sudah lima hari lebih otomatis dia keluar," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, gadis cantik bernama Nurhayati tewas dibantai mantan petugas keamanan apartemen yang ditinggalinya.

(Baca Juga: Sakit Hati Cintanya "Diludahi", Bekas Sekuriti Nekat Bunuh Nurhayati) 

Haris membantai Nurhayati lantaran ditolak cintanya, bahkan selain ditolak Haris diludahinya serta menerima kata-kata kasar. Hal ini lah yang membuat Haris naik pitam.

Setelah puas membantai pujaan hatinya, Haris kabur ke daerah Klender. Namun aksinya terekam CCTV dan meninggalkan beberapa barang bukti. Disitulah pihak kepolisian langsung mengejar Haris yang bersembunyi di rumah kerabatnya di Klender.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini