nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Cara Kepala TPU Karet Bivak Cegah Pungli di Pemakaman

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 12 Januari 2019 10:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 11 338 2003294 ini-cara-kepala-tpu-karet-bivak-cegah-pungli-di-pemakaman-S4O2vFyiKi.JPG Kepala Pengelola TPU Karet Bivak, Saiman (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di tempat pemakaman umum (TPU) nyatanya bukan isapan jempol belaka. Salah satunya terjadi di TPU Cipinang, Jakarta Timur. Meski sebenarnya untuk urusan gali kubur digratiskan oleh pemerintah, nyatanya ahli waris masih saja dimintai uang untuk melancarkan proses penguburan.

Para penggali kubur juga melihat adanya peluang untuk meraup keuntungan dengan mencalokan tanah makam dengan mematok nilai rupiah yang tak sedikit. Tak pelak, masyarakat yang punya keterbatasan ekonomi kian menjerit. Praktik calo atau pungli di TPU bahkan sudah bukan rahasia umum.

Saat meninjau langsung ke TPU Cipinang, untuk blok selain VIP, kondisi makam di tempat ini tampak kotor dan tidak terawat. Perawat makam pun sulit ditemui di TPU ini. Bahkan, saking tingginya rumput liar, dijadikan tempat makan para hewan ternak seperti kambing.

Ketika mencoba untuk melakukan konfirmasi, beberapa pihak pengelola TPU Cipinang yang bertanggung jawab tidak dapat ditemui di kantornya.

Sebagai perbandingan saja, penampakan berbeda justru terlihat di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Kondisi makam tampak teratur dan bersih dari sampah. Perawat makam terlihat sedang bekerja di setiap blok TPU ini.

TPU Cipinang Jaktim/Okezone

Meski sama berada di Jakarta, perbedaan TPU ini bagaikan langit dan bumi. Kebersihan dan keteraturan makam di TPU Karet Bivak, tidak hanya dirasakan pada blok VIP dan menengah. Tetapi, untuk makam warga tidak mampu juga terpantau tertata dan tidak terlalu kotor.

Kepala Pengelola TPU Karet Bivak, Saiman menekankan, pihaknya tidak memungut biaya sepeser pun kepada pihak keluarga yang menguburkan jenazah. Masyarakat hanya diminta untuk melengkapi proses administrasi yang diperlukan.

"Dengan bawa dokumen itu bisa dilayani dan proses pemakaman. Dipastikan juga dalam proses itu kami tidak biaya sama sekali mulai dari gali tutup, penyediaan tenda, penyediaan kursi, sound system. Kami pastikan betul semua pelayanan makam tidak ada biaya," tutur Saiman kepada Okezone.

Infografis Makam

Untuk mencegah pungutan liar (pungli) dari oknum penggali kubur, Saiman menjelaskan bahwa pihaknya memberikan sosialisasi kepada ahli waris ketika mengurus dokumen untuk tidak mengeluarkan uang apapun ke tukang gali kubur.

Menurutnya, terkadang rasa berkabung dan kashian terhadap tukang gali kubur menjadi celah proses pungli itu masih terjadi. Padahal, pemerintah sudah memberikan gaji bulanan sesuai UMR kepada seluruh tukang gali kubur.

"Saya sampaikan seluruh pemakaman TPU Karet Bivak dan TPU lainnya sudah memang standard pelayanan, jadi tidak usah ada istilah enak tak enak itulah pelayanan kami. Kami tidak beda-bedakan ahli waris satu dengan yang lain. Sama semua pelayanannya. Sehingga tidak berikan pungli," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini