nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Metro dan Pemprov DKI Ungkap Kandungan Limbah "Tai Minyak" di Bekasi

Wijayakusuma, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 15:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 15 338 2004770 polda-metro-dan-pemprov-dki-ungkap-kandungan-limbah-tai-minyak-di-bekasi-skyrfOxvtu.jpg Ilustrasi Penyelidikan Polisi (foto: Okezone)

BEKASI - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov DKI Jakarta, Isnawaji, memberi tanggapan terkait kasus dua bocah yang diduga menginjak bahan berbahaya dan beracun (B3), di wilayah Kelurahan Segara Makmur, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis 10 Januari 2019.

"Ya, saya juga monitor di televisi ya, bahwa anak itu bermain di lokasi limbah Kabupaten Bekasi. Mereka berobatnya di salah satu rumah sakit Koja," katanya usai acara peresmian pencucian truk sampah di TPST Bantargebang, Selasa (15/1/2019).

(Baca Juga: Injak Limbah "Tai Minyak", 2 Bocah di Bekasi Alami Luka Bakar) 

Kasus ini sendiri diakui telah ditangani pihak Polda Metro Jaya yang turut menggandeng DLH Pemprov DKI, untuk mencari tahu kandungan pasti bahan yang diduga limbah B3 di lokasi.

"Tapi kami meminta Kabupaten Bekasi, kami kan punya laboratorium lingkungan hidup daerah, jadi Polda Metro menggandeng kami untuk melakukan uji sampel terhadap kemungkinan limbah B3 yang ada di situ," ujarnya.

salah satu bocah injak limbah b3 di bekasi okezone wijaya kusuma1	Salah Seorang Bocah Injak Limbah b3 di Bekasi (foto: Wijayakusuma/Okezone) 

Isnawaji menegaskan, masih belum bisa memastikan apa sebenarnya bahan yang terkandung dalam limbah tersebut. Pihaknya masih menunggu kurang lebih sepekan untuk mendapat hasil tes laboratorium.

"Kita belum bisa memastikan (kandungan limbah), karena sedang dilakukan penelitian oleh Kementerian LHK, kita masih menunggu, kan tadi 14 hari. Mungkin sekitar satu Minggu lagi kita baru akan dapat hasil apakah dugaan itu limbah B3 atau bukan, akan diinformasikan lagi," ungkapnya.

Begitu pula dengan asal-usul limbah yang berada di lokasi, pihaknya mengaku belum tahu-menahu karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Kita juga belum bisa menyelediki (asal limbah), karena kan dibuangnya katanya jam 2-3 pagi kan. Jadi masih diselidiki dengan pihak Polda Metro. Tetapi kaitannya dengan Pemprov DKI Jakarta, kami membantu tenaga untuk melakukan uji sampling limbah B3 yang ada di Kabupaten Bekasi," tutupnya.

Sebelumnya, dua bocah warga Jalan Bambu Kuning RT 01 RW 02 Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menderita luka bakar di bagian kaki akibat menginjak limbah yang diduga mengandung unsur B3 di lokasi.

(Baca Juga: Kali Asem Diduga Tercemar Limbah TPA Milik Pemkot Bekasi) 

Kedua korban, Raga Sela Panji Dharma dan Madenda Brata Wirya yang masih berumur 8 tahun, mengalami kejadian tersebut saat hendak pergi bermain ke rumah sang nenek yang sudah masuk wilayah Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Cilincing, Kompol Sarwono mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan sementara, korban diduga menginjak limbah B3 yang biasa disebut warga sekitar dengan limbah "tai minyak".

"Diduga korban menginjak limbah B3 yang dibuang di TKP. Kalau warga biasa menyebut limbah tai minyak," katanya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini