Persetujuan Jokowi, Abu Bakar Ba'asyir Akan Dibebaskan

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 18 Januari 2019 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 18 338 2006222 persetujuan-jokowi-abu-bakar-baasyir-akan-dibebaskan-uHawlS5qwW.jpg

BOGOR - Kuasa hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Yusril menjelaskan, kedatangannya ke lapas ini untuk menemui narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkait pembebasannya yang sudah disetujui langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Hari ini saya datang kembali ke Lapas Gunung Sindur Bogor, setelah saya melakukan pembicaraan dengan Presiden jokowi dan meyakinkan beliau sudah saatnya untuk membebaskan narapidana teroris Abu Bakar Ba'asyir," kata Yusril, Jumat (18/1/2019).

Yusril mengatakan adapun alasan kuat untuk dilakukannya pembebasan Abu Bakar Ba'asyir yakni kemanusiaan dan kondisinya yang sedang sakit.

"Saya sudah berbicara dengan Ustad Abu Bakar Ba'asyir minggu lalu dan sudah melapor ke presiden dan presiden yakin bahwa ada cukup alasan untuk membebaskannya. Pertama adalah pertimbangan kemanusiaan mengingat usia beliau sudah 81 tahun, dalam keadaan sakit dan memerlukan perawatan dan ingin sekali dekat dengan keluarganya," jelas Yusril.

Ia pun mengaku bahwa Ba'syir juga telah menyetujui untuk dikembalikan ke keluarganya. Setelah nantinya bebas, lanjut Yusril, Ba'asyir akan fokus berisitirahat dan berjanji tidak akan melakukan banyak kegiatan.

"Saya juga sudah bicara dengan beliau, bahwa menerima dikembalikan kepada keluarganya, beristirahat di rumah tidak melakukan banyak kegiatan, beliau katakan tidak menerima tamu-tamu tidak apa-apa yang penting dengan keluarga dan tidak akan ceramah dimana-mana jadi akan fokus istirahat di rumah sebagai orangtua," beber Yusril.

Pembebasan terhadap Abu Bakar Ba'asyir ini juga sebagai bentuk simpati pemerintah terhadap ulama yang terjerat kasus pidana salah satunya terorisme.

"Ini menunjukan kepada masyarakat bahwa tidak betul Pak Jokowi melakukan presekusi atau kriminalisasi terhadap ulama, tidak betuk sama sekali. Contohnya Baasyir ini yang menjadi konsen dalam maupun luar negeri beliau (Jokowi) setuju segera dibebaskan, satu dua hari ini," tutup Yusril.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini