nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hipnotis Emak-Emak Pengajian, Tiga Orang Ini Babak Belur Dihajar Warga Depok

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 17:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 18 338 2006360 hipnotis-emak-emak-pengajian-tiga-orang-ini-babak-belur-dihajar-warga-depok-AwYkZlmLf6.jpg Ilustrasi

DEPOK - Tiga pelaku kejahatan hipnotis babak belur diamuk warga Sukmajaya Depok ketika sedang melakukan aksinya terhadap seorang ibu pengajian Majelis Taklim Al Khoiri bernama Herlinawati di Perumahan Griya Depok Asri RT 01/24, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, pada Kamis 17 Januari 2019.

Ketiga pelaku bernama Joko Purwanto asal Kampung Kramat RT 04/15 Kel Cililitan Jaktim, Sulawaedana asal Batu Ampar RT 003/001 kelurahan Batu Ampar, Kramatjati, Jaktim, dan Harun Bakri asal Kramat Sentiong RT 005/005, Senen, Jakpus.

Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati mengatakan saat ditangkap pelaku mengaku Warga Negara Asing (WNA) Brunai Darussalam. Namun dari indentitas yang didapati ketiganya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

"Mereka melakukan hipnotis kepada seorang ibu-ibu pengajian yang baru saja pulang dari Majelis Taklim Al Khoiri. Mereka ketika ditangkap warga sempat mengaku berasal dari negara Brunai Darussalam, tapi di Identitas pelaku mereka warga negara Indonesia," ujar Bronet saat dihubungi wartawan, Jumat (18/1/2019).

Dia menjelaskan jika korban sudah diperdaya oleh pelaku, sejumlah barang berharga korban hipnotis tersebut akan ditukar dengan mata uang asing pecahan dolar mainan, yang ditambah dengan tumpukan uang kertas mainan.

"Awal kejadian pukul 12.00 Wib korban Herlinawati selesai melaksanakan pengajian di Majelis Taklim Al Khoiri tiba-tiba dihampiri sebuah mobil kemudian di suruh masuk ke dalam mobil, tapi anaknya yang benama Agus Suratman melihat Ibunya di bawa mobil dan anaknya menanyakan kenapa ibu saya di bawa tapi tersangka malah tancap gas dan dikejar anaknya pake motor dan tertangkap di depan security Griya Depok Asri, kemudian dihajar warga," jelasnya.

Dari tangan tersangka polisi menyita uang Dollar Singapura tiga lembar, tiga ikat kertas berbentuk ukuran uang, handphone tiga unit, kalung palsu, Dolar China pecahan 1.000 sebanyak 40 lembar, mata uang asing pecahan 500 sebanyak 70 lembar, buku tabungan yang terdiri dari dua buku BRI, Mandiri, uang mainan pencahan 100 sebanyak 200 lembar.

Kemudian uang mainan pecahan 50 sebanyak 100 lembar, dua gepok potongan kertas, empat buah dompet, serta dua buah tas slempang kecil warna hitam dan 1 unit mobil Toyota Avanza dengan nomro polisi B- 1550-PIA.

"Saat ini pelaku masih kami periksa di Polsek Sukmajaya Depok terkait aksi pelaku. Kasus ini juga masih didalami oleh penyidik apakah ada pelaku lainnya," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini