nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemkot Depok Akan Tetapkan Status Waspada DBD Pekan Depan

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 13:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 21 338 2007259 pemkot-depok-akan-tetapkan-status-waspada-dbd-pekan-depan-Z3Z9bfVf4t.jpg Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Foto : Wahyu Muntinanto/Okezone)

DEPOK – Wali Kota Depok M Idris Abdul Shomad mengatakan telah meminta Dinas Kesehatan setempat untuk mendata jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di seluruh rumah sakit pada awal 2019.

Pendataan jumlah penderita DBD itu perlu dilakukan guna memastikan status yang akan dikeluarkan, apakah Depok bakal menyatakan waspada DBD atau kejadian luar biasa (KLB) oleh Kemenkes.

"Saya ingin data untuk tahu apa memang sudah KLB atau tidak. Itu pertama. Yang kedua penanganannya seperti apa. Jadi sekarang dalam pendataan dulu," kata Idris di Cimanggis, Depok, Senin (21/1/2019).

Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu diketahui jadi salah satu yang mematikan. Untuk menentukan status akibat penyakit tersebut, pihaknya telah mendapatkan laporan jika kapasitas sejumlah RS, baik swasta dan negeri yang berada di Depok, sudah penuh.

Ilustrasi

"Saat ini sedang pendataan. Kalau informasi masyarakat memang RS negeri dan swasta memang sudah penuh. Bahkan di Bogor, Bekasi juga begitu. Saya ingin pendataan ini," jelasnya.

Banyak pasien di RS, Idris mengaku pasien rawat inap itu tak seluruhnya merupakan penderita DBD sehingga dia enggan menetapkan status waspada dari sekarang. Pendataan jumlah penderita DBD yang dilakukan Dinkes Depok nantinya diharapkan beres pekan depan berikut dengan penetapan langkah penanganan.

(Baca Juga : Kelembapan Udara Cukup Tinggi, 3 Wilayah di DKI Ini Rawan DBD)

"Saya harapkan seperti itu pendataan selesai sampai sudah langkah-langkah konkret penanganan DBD. Yang penting kita lihat RS-nya dulu apa memang di RS banyak penyakit lain sehingga DBD tak kebagian tempat. Atau memang penyakit DBD itu yang saya ingin data," pungkasnya.

(Baca Juga : 19 Warga NTT Meninggal Dunia Akibat Nyamuk Demam Berdarah)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini