nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Brimob Penusuk TNI di Biliar Al Diablo Divonis Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 17:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 21 338 2007378 3-brimob-penusuk-tni-di-biliar-al-diablo-divonis-lebih-berat-dari-tuntutan-jaksa-k8cuI6BGsr.jpg Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock)

DEPOK - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok menjatuhkan hukuman lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksan Negeri Depok terkait penusukan dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) oleh anggota Brimob di Biliar Al Diablo Depok, Jawa Barat.

Tiga oknum anggota Brimob tersebut, yakni bernama Bagoes Alamsyah Putra Umasugi, Iwan Mofu, dan Rahmat Setyawan. Ketiganya terbukti melakukan pengeroyokan dan satu diantaranya terlibat penusukan yang mengakibatkan Serda Darma Aji, anggota Yonif Mekanik 203/AK Kodam Jaya meninggal dunia dan Serda Nicolaus Kegomoi, anggota Yonkav 7/Sersus Kodam Jaya mengalami luka tusuk.

Sidang tuntutan penusuk TNI di biliar Depok (Foto: Wahyu M)

(Baca Juga: Pasca-Penusukan Anggota TNI, Billiar Al Diablo Depok Bakal Ditutup) 

"Mereka divonis hakim lebih tinggi satu tahun dari tuntutan JPU, awalnya Bagoes Alamsyah Putra Umasugi dituntut 14 tahun, Iwan Mofu dituntut 12 tahun dan Rahmat Setyawan dituntut 8 tahun, setelah vonis mereka di tuntut 15, 13, dan 9 tahun penjara," kata Humas PN Depok Nanang Herjunanto, Senin (21/1/2019).

Majelis Hakim PN Depok yang diketuai Ramon Wahyudi dengan hakim anggota Rosana Kesemu Hidayah dan Darmo Wibowo menjerat ketiganya dengan terdakwa I Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP dan Pasal 170 Ayat (2) ke-2 KUHP, terdakwa II Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP dan Pasal 170 Ayat (2) ke-2 KUHP dan terdakwa III Pasal 170 Ayat (2) ke-2 KUHP.

"Yang memberatkan terdakwa adalah karena perbuatannya meresahkan masyarakat, status mereka sebagai aparat, dan meninggalkan duka bagi keluarga korban. Sementara yang meringankan hukuman adalah karena dalam jalannya sidang mereka mengakui perbuatannya dan tidak berbelit-belit dalam memberi keterangan," jelasnya.

Pada sidang sebelumnya yang beragendakan pembacaan tuntutan, Ketua JPU Kejaksaan Negeri Depok Kozar Kertyasa dan AB. Ramadhan membacakan berkas dakwaan dan menuntut ketiga terdakwa Bagoes Alamsyah Putra Umasugi, Iwan Mofu dan Rahmat Setyawan secara terpisah.

"Ketiganya dituntut berbeda terdakwa I Bagoes Alamsyah dituntut 14 Tahun, terdkwa II Iwan Mofu dituntut 12 Tahun dan terdakwa III Rahmat Setyawan dituntut 8 Tahun penjara," kata JPU Kozar di PN Depok.

Ketiga anggota Brimob tersebut diketahui terbukti dan mengakui perbuatanya atas insiden perkelahian di tempat Biliar Al Diablo, di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Kamis 7 Juni 2018,

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi mengatakan dua pria yang menjadi korban penusukan adalah anggotanya Serda Nicolaus Kegomoi, anggota Yonkav 7/Sersus Kodam Jaya dan Serda Darma Aji, anggota Yonif Mekanik 203/AK Kodam Jaya.

(Baca Juga: 3 Brimob Penusuk TNI di Biliar Al Diablo Dituntut, Paling Lama 14 Tahun Bui) 

"Kedua anggota TNI ini mengalami luka tusuk, yakni Serda Nikolas mengalami luka tusuk di perut kanan dan Serda Darma Aji luka tusuk di bagian perut kiri," kata Kristomei saat dihubungi wartawan, Jumat 8 Juni 2018.

Menurut Kristomei, dua anggota Kodam Jaya yang menjadi korban penusukan di billiar Al Diablo, salah satunya sudah meninggal dunia. "Akhirnya, Serda Darma Aji, siang tadi 13.15 WIB telah meninggal dunia. Jenazah dibawa ke kampung halamannya di Bantaeng, Sulawesi Selatan," paparnya.

Sebelum meninggal, kedua korban sempat dilarikan ke RS Tugu Ibu, Cimanggis sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini