Polisi Tangkap 6 "Dokter" Pengoplos Gas Elpiji Subsidi

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 22 Januari 2019 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 338 2007843 polisi-tangkap-6-dokter-pengoplos-gas-elpiji-subsidi-qxPZt3qlWU.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

JAKARTA – Polisi tangkap enam orang yang mengaku sebagai "dokter” atau pengoplos gas dari tabung tiga kilogram (kg) ke tabung 12 Kg. Mereka adalah ADN, LA, RSM, KND, KSN, dan YEP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, pelaku menamakan "dokter" lantaran cara mengoplos yang mereka lakukan adalah dengan cara menyuntik laykanya seorang dokter sungguhan. Biasanya sebanyak tiga tabung gas melon atau tabung 3 kg disuntikan ke satu tabung gas 12 kg.

Ada dua lokasi mereka mengoplos gas sebelum dijual. Satu di kawasan Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, dan satu lagi di kawasan Tangerang.

"Itu di situ ada pelanggaran pidana baik untuk tabung gas 3 kg dimasukkan ke 12 kg. Yang 3 kg subsidi dari pemerintah dan yang 12 kg tidak," kata Argo di Jalan Mabes TNI Delta 5 Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (22/1/2019).

Kepala Sub Direktorat III Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Ganis Setyaningrum menambahkan, satu tabung gas elpiji 12 kg dijual seharga Rp135 ribu dengan modal kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu. Isi tabung gas 12 kg yang dioplos sendiri tak terisi penuh.

"Modal mereka Rp60-70 ribu. Kemudian mereka jual di pasaran seharga Rp135-150 ribu, keuntungan mereka untuk satu gas ini Rp 65-75 ribu. Makanya mereka sangat tergiur dengan keuntungan yang cukup besar tersebut," papar Ganis di kesempatan yang sama.

Atas perbuatannya, para tersangka disangka melanggar Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 ayat 2 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Para Tersangka terancam hukuman paling lama 5 tahun penjara.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini