nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKS & Gerindra Kumpul di Aryaduta Bahas Cawagub DKI Pengganti Sandiaga

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 17:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 23 338 2008427 pks-gerindra-kumpul-di-aryaduta-bahas-cawagub-dki-pengganti-sandiaga-N5KcV2dMYD.JPG Perwakilan PKS dan Gerindra kumpul bahas bursa nama cawagub DKI Jakarta (Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone)

JAKARTA - Partai politik (parpol) pengusung Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno pada Pilgub DKI Jakarta lalu menggelar pertemuan tertutup di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat. Wakil Ketua DPD Partai Gerindra, Syarif mengatakan, pertemuan itu membahas nama calon pengganti Sandiaga Uno untuk menempati kursi wagub DKI.

Kedua parpol tersebut telah sepakat bakal mengajukan tiga kader PKS yang nantinya dikerucutkan menjadi dua orang. Namun, para kandidat yang disodorkan jadi cawagub terlebih dahulu harus menjalani fit and proper test oleh tim panelis.

"Kita baru selesai menyusun indikator-indikator yang akan kita dalami adalah tentang integritas, rekam jejak, pengetahuan tentang RPJMD, dan kinerja sinergi dengan gubernur," ucap Syarif, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2018).

Nantinya lanjut dia, para panelis akan memberikan skor secara kualitatif, terhadap para cawagub yang mengikuti fit and proper test itu. "Nanti akan diberikan penilaian kepada para calon," imbuhnya.

Ilustrasi Kepala Daerah

Selain akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan, pihaknya kata Syarif, juga berencana membuka konsultasi publik untuk para kandidat cawagub DKI tersebut.

"Yang masih harus dikonsultasikan dengan partai lagi adalah jadwal untuk konsultasi. Kita menyebutnya diskusi dengan Gubernur Anies (tapi) masih tentatif jadwalnya," tukasnya.

Sedangkan tim panelis cawagub DKI Jakarta nanti akan diisi sejumlah nama yaitu mantan Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo, peneliti senior LIPI, Siti Zuhro, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif dan akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini