nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anies: Penderita DBD di DKI Naik Dua Kali Lipat Mencapai 370 Orang

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 23:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 23 338 2008575 anies-penderita-dbd-di-dki-naik-dua-kali-lipat-mencapai-370-orang-J1wksiOUwq.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut penderita penyakit demam berdarah dengeu (DBD) di Ibu Kota pada Januari 2019 naik dua kali lipat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga hari ini warga yang terkena DBD jumlahnya mencapai 370 orang.

"Tahun lalu 198 (orang), tahun ini sudah 370. Jadi, demam berdarah ini menjadi sebuah ancaman yang serius," kata Anies ketika berada di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).

(Baca juga: 37 Warga Timor Tengah Selatan Terjangkit Penyakit Demam Berdarah)

Ia menyatakan bakal berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar penyakit mematikan itu tak terus menghantui warga Jakarta. "Karena Kemenkes pun menemukan indikasi bahwa tahun ini mungkin akan ada peningkatan jumlah kasus demam berdarah," ujarnya.

Ilustrasi pasien demam berdarah. (Foto: Ist)

Anies menyatakan telah menginstrusikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk gencar melakukan pengasapan di daerah yang tingkat kelembapannya tinggi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk membiasakan diri dengan pola hidup bersih.

"Melakukan pengendalian sektor untuk penyakit DBD ini. Jadi, pengasapan dilakukan, kemudian pengecekan semua tempat yang berpotensi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk," ucap Anies.

(Bac juga: 19 Warga NTT Meninggal Dunia Akibat Nyamuk Demam Berdarah)

Seperti diketahui, Jakarta Selatan, Barat, dan Timur merupakan wilayah yang rawan diserang penyakit DBD ketika musim hujan meningkat. Berdasarkan penelitian, ketiga daerah itu memiliki tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi.

Jika semakin tinggi probabilitas kelembapan udaranya (>75 persen), maka semakin tinggi pertumbuhan nyamuk aedes aegypti. Hewan penyebab DBD tersebut hidup paling banyak pada Januari hingga Maret.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini