nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istri Sakit DBD, Pengemudi Ojol Kecewa Ditolak Rawat Inap di RSUD Tangsel

Hambali, Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 08:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 25 338 2009181 istri-sakit-dbd-pengemudi-ojol-kecewa-ditolak-rawat-inap-di-rsud-tangsel-WPHI7v7HZ8.jpg RSUD Tangsel (Foto: Hambali)

TANGSEL- Kekecewaan Akbar Antono (37) tak bisa terbendung saat menceritakan kejadian yang dialaminya. Sebab, sang istri, Rosa Amelia (37) ditolak untuk rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Diceritakan Akbar, pada Rabu 23 Januari 2019 sore, ia membawa istrinya ke Rumah Sakit Sari Asih Ciputat karena mengeluh sakit nyeri di bagian perut. Usai dilakukan observasi oleh tim dokter, ternyata Rosa Amelia positif terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Di Sari Asih dinyatakan sama dokternya kalau istri saya positif kena DBD. Trombositnya jauh menurun, ada bintik-bintik merah juga," kata Akbar kepada Okezone, Kamis 24 Januari 2019 malam.

(Baca Juga: RSUD Wamena Kesulitan Layani Pasien yang Tidak Bisa Berbahasa Indonesia

Akbar kemudian meminta rujukan kepada RS Sari Asih agar bisa mendapat perawatan di RSUD Tangsel. Hal itu karena keterbatasan biaya, dan ia mengetahui kalau di RSU bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis bagi warga beridentitas KTP Kota Tangsel.

Akbar

Sekira pukul 19.00 WIB, keduanya pun tiba di ruang IGD RSUD Kota Tangsel seraya mendaftar menyodorkan surat rujukan.

"Dokter pertama sempat mengecek darah istri saya. Habis itu, dia bilang nggak usah dirawat. Jadi, kita disuruh pulang, alasannya kamar penuh," ucap pria yang tinggal di Jalan Legoso Raya, RT04 RW01, Pisangan, Ciputat Timur.

Akbar yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (Ojol) tak ingin istrinya bertambah parah karena DBD, ia pun berupaya menjelaskan kepada dokter perempuan itu agar istrinya segera mendapatkan pelayanan medis, sebagaimana disarankan dokter di RS Sari Asih.

"Waktu itu sudah saya jelaskan, kenapa ditolak dan disuruh pulang. Apa karena saya Ojol, apa karena saya cuma gratisan pakai KTP Tangsel, BPJS? Saat itu, saya nggak tega lihat kondisi fisik istri saya sudah lemas karena trombositnya terus turun, tapi dokternya malah nyuruh pulang nggak perlu dirawat inap," imbuhnya.

Merasa kesal dengan penolakan itu, lantas Akbar pun sempat terpancing emosi. Hingga mengatakan kepada sekuriti RSU yang menghampiri, jika dia mau maka dalam waktu singkat seluruh jaringan solidaritas Ojol di Tangerang Raya akan berdatangan memprotes pelayanan RSU yang dianggap semena-mena.

"Saya kesal lihat istri saya diperlakukan seperti itu, sempat terpancing. Karena setahu saya, pelayanan di RSU gratis bagi yang ber KTP Tangsel, tapi kok ternyata begini. Saya juga warga Tangsel, saya berhak dapat pelayanan yang sama," tegasnya.

(Baca Juga: RSUD Prof WZ Johannes Kupang Kehabisan Obat Kanker, Pasien Menumpuk

Lantaran terjadi perdebatan hangat, lalu akhirnya dokter pertama yang menangani istri Akbar pun pergi. Tak berselang lama, muncul seorang dokter perempuan lain menghampiri istrinya. Akhirnya dokter itu mengijinkan Rosa dirawat di ruang IGD.

"Nggak lama ada dokter beda lagi yang datang, dia ramah, dan mempersilakan istri saya mendapat perawatan di ruang IGD. Tapi cuma diinfus aja sama dikasih obat pereda nyeri paracetamol, padahal ini kan kena DBD, masa obatnya begitu aja," ungkapnya.

Akbar berharap akan ada tindakan lanjutan keesokan harinya, setelah istrinya mendapatkan penanganan awal dengan menjalani rawat inap. Namun, tak disangka, justru pihak dokter RSU memintanya pulang dan berpindah tempat perawatan ke Puskesmas asal tempat tinggal.

Sudah terlanjur kecewa dengan pelayanan RSU, Akbar pun memilih membawa istrinya pulang ke rumah. "Disuruh pulang, dikasih obat. Katanya nanti perawatannya dipindah ke Puskesmas terdekat saja. Padahal, saya jauh-jauh ke RSU biar dapat pelayanan lebih maksimal, karena penyakit DBD ini bisa bahaya kalau lambat ditangani. Saya memilih nggak mau berdebat lagi, yasudah langsung saya bawa istri pulang," ujarnya.

Sementara saat dikonfirmasi terkait kejadian itu, Kepala Bidang Pelayanan Medis (Kabid Yanmed) RSU Tangsel, Dokter Imbar Umar Gozali, belum mau memberikan tanggapan. Ia hanya menjawab singkat, akan melakukan pengecekan terlebih dahulu atas nama pasien tersebut.

"Nanti ya pak, saya cek dulu," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini