Bau Busuk dari Kamar Kontrakan di Pondok Aren, Begitu Dicek Ini Sumbernya

Hambali, Okezone · Senin 28 Januari 2019 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 27 338 2010132 bau-busuk-dari-kamar-kontrakan-di-pondok-aren-begitu-dicek-ini-sumbernya-chcM0vfHsK.jpg Ilustrasi.

TANGERANG SELATAN - Bau menyengat tercium kuat dari salah satu kamar kontrakan di Kampung Poncol, RT11 RW01, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Sontak warga sekitar heboh dan ramai mencari tahu dari mana sumber aroma busuk tersebut.

Kamar kontrakan yang menebar bau busuk itu ditinggali Baskoro Setu (68). Dia menempati kamar tersebut seorang diri. Sejak beberapa hari terakhir, Baskoro memang tak terlihat oleh para tetangga.

Misteri bau busuk pun akhirnya terkuak pada Minggu (27/1/2019) sore. Hal itu bermula saat seseorang datang menanyakan keberadaan Baskoro kepada tetangga sebelah kontrakan bernama Febri Dwi Rizki (20).

Ilustrasi.

Seseorang yang mengaku teman Baskoro itu mengatakan, sudah mengetuk berulang kali pintu kamar kontrakan Baskoro yang terkunci. Karena curiga, Febri pun mencoba menghubungi melalui sambungan telefon, namun tak ada jawaban.

(Baca juga: Mayat Wanita Dalam Tong di Surabaya Merupakan Pengusaha Laundry)

"Ditelefon beberapa kali, tidak ada jawaban. Lalu dicek ke depan rumah kontrakan korban, dan ternyata bau busuk semakin menyengat, banyak juga lalat hijau di jendela kontrakan," jelas AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel.

Karena curiga terjadi sesuatu, Febri memberanikan diri mencongkel jendela kontrakan Baskoro. Setelah berhasil, dia pun melongok ke dalam. Di sana terlihat sesosok jasad membusuk terbaring di lantai dalam posisi tak bergerak.

"Saksi ini kemudian melapor ke Ketua RT dan pemilik kontrakan," imbuh Alex.

Tak berapa lama, petugas kepolisian tiba di lokasi. Petugas memeriksa seisi kamar kontrakan tersebut. Tak ada kekerasan dari tubuhnya, bahkan sejumlah barang berharga seperti HP, dompet dan televisi tak ada yang hilang.

"Di lokasi, sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda pengerusakan maupun kekerasan terhadap korban. Tidak ada juga obat-obatan," ungkapnya.

Polisi belum mau menduga-duga ihwal kematian korban. Jenazahnya dibawa ke RSU, namun pihak keluarga menolak jenazah diautopsi. "Pihak keluarga sudah menandatangani pernyataan tidak dilakukan autopsi. Diduga korban sudah meninggal antara 2 hingga 3 hari lalu," kata Alex.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini