Pencuri dan Pemerkosa Pembantu WN Jerman di Depok Divonis 12 Tahun Penjara

Wahyu Muntinanto, Okezone · Rabu 30 Januari 2019 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 30 338 2011404 pencuri-dan-pemerkosa-pembantu-wn-jerman-di-depok-divonis-12-tahun-penjara-gByj8h3OTf.jpg Ilustrasi

DEPOK - Pengadilan Negeri (PN) Depok menvonis Asep Mulyana alias Heri (38) pelaku pemerkosaan dan pencurian di rumah Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman 12 tahun penjara.

Terdakwa melakukan perbuatanya di rumah WN Jerman di wilayah Harjamukti Depok, Jawa Barat pada Selasa 18 September lalu.

Majelis Hakim PN Depok yang diketuai Rosana Kesemu Hidayah dengan hakim anggota Ramon Wahyudi dan Rizky Mubarak Nazario memutus dua tahun lebih berat dari tuntutan JPU Kejaksaan Negeri Depok.

Dalam putusannya, Rosana menyatakan Asep terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-5 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan dan Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan.

"Menimbang dari perbuatan terdakwa jika terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pasal 363 ayat (1)ke-3, ke-5 KUHP dan Pasal 285 KUHP. Dengan ini menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa selama 12 tahun penjara," ucap Rosana di PN Depok.

Rosana menyatakan yang memberatkan vonis Asep karena tindakannya meresahkan masyarakat dan menimbulkan trauma bagi korban, SF yang bekerja sebagai pembantu.

"Yang meringankan vonis karena terdakwa mengakui kesalahannya dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya lagi," tuturnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok menuntut terdakwa kasus pencurian sekaligus pemerkosaan di rumah Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman Kelurahan Harjamukti, Cimanggis pada Selasa (18/9/2018) lalu.

Terdakwa Asep Mulyana alias Heri (38) ini dituntut JPU Riza Dona selama 10 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Depok lantaran terbukti melanggar pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-5 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan dan Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan.

"Terdakwa Asep Mulyana alias Heri terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah diatur dan diancam pidana dalam dakwaan kumulatif kesatu dan kedua JPU. Menjatuhkan pidana penjara selama 10 Tahun," kata Riza di PN Depok, Selasa (22/1/2019).

Dalam dakwaannya, terdakwa mengakui perbuatanya mencuri dan memperkosa SF yang merupakan asisten rumah tangga. Selain itu JPU Riza menuturkan terdakwa masuk ke kamar setelah berhasil mencongkel jendela menggunakan parang yang dibawa lalu merogoh kunci yang tergantung di gagang pintu dan membukanya.

Setelah berhasil masuk, Heri menggasak tiga handphone milik SF yang tergeletak dekat kasur hingga membangunkan korban yang sedang terlelap dan membuatnya takut.

"Terdakwa menodongkan parang ke pembantu dan mengancamnya agar tak melawan kemudian bertanya siapa saja yang berada di rumah, tinggal sama siapa di rumah tersebut, kerja sama siapa, bos ada di mana, ada berapa orang yang tinggal di rumah itu dan sudah berapa lama bekerja," jelasnya.

Lanjut Riza, korban juga sempat memohon agar terdakwa tak melukai dan memperkosanya, namun upaya gagal karena pria yang bekerja serabutan itu tak peduli dan langsung memperkosa sembari tetap mengancam. Usai memperkosa Heri pergi ke kamar mandi meninggalkan SF dalam keadaan tak berdaya, beruntung korban masih memiliki tenaga untuk kabur ke kamar di lantai dua lalu mengunci pintu.

"Terdakwa mengambil satu tas warna merah yang berisi dua buah cincin, uang tunai sebesar Rp 1,5 juta milik SF lalu pergi meninggalkan rumah mewah itu," ucapnya.

Heri dicokok personel Unit Reskrim Polsek Cimanggis di kampung halamannya, Sukabumi pada Kamis 20 September sekira pukul 12.30 WIB lalu digelandang ke Mapolsek Cimanggis.

Saat dipublikasikan ke awak media di Mapolresta Depok, Heri mengaku mencuri karena tak memiliki ongkos kembali pulang ke kampung halamannya dan memperkosa SF secara spontan.

"Saya butuh uang buat pulang, saya nyesel. Dari tahun 2016 saya kerja jadi pembersih selokan dan bikin selokan," kata Heri di Mapolresta Depok, Jumat 21 September.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini