Eksepsi Ditolak, Kasus Pencaplokan Lahan di Tangerang Jalan Terus

Hasan Kurniawan, Okezone · Jum'at 01 Februari 2019 02:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 338 2012206 eksepsi-ditolak-kasus-pencaplokan-lahan-di-tangerang-jalan-terus-KZFepdf3zQ.JPG Sidang pencaplokan aset Pemkab Tangerang dengan terdakwa Tjen Jung Sen (Foto: Sindonews)

TANGERANG - Sidang lanjutan perkara dugaan pencaplokan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang oleh PT Mitra Propindo Lestari (MPL) dengan terdakwa Tjen Jung Sen kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kamis (31/1/2019). Sidang tersebut mengagendakan pembacaan putusan sela.

Pada sidang yang digelar di Ruang Sidang 2 Pengadilan Negeri (PN) Tangerang itu, majelis hakim menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa dan memutuskan agar perkara tersebut dilanjutkan.

Majelis Hakim yang diketuai Hakim Gunawan mengatakan, dakwaan yang didakwa kepada terdakwa telah memenuhi syarat formil dan non formil.

"Maka dengan ini majelis hakim menyatakan bahwa keberatan atau eksepsi kuasa hukum tidak dapat diterima. Menyatakan Surat dakwaan JPU telah memenuhi syarat formil dan diterima," ujar Ketua Majelis Hakim, Gunawan.

Selanjutnya, majelis hakim memerintahkan untuk melanjutkan perkara dengan pemeriksaan saksi-saksi dan kasus dilanjutkan dengan barang bukti yang ada, serta membebankan biara perkara bersama sama sesuai keputusan majlis hakim.

Menanggapi putusan sela tersebut, terdakwa Tjen Jung Sen yang merupakan Direktur PT MPL beserta kuasa hukumnya, Upa Labuari belum mengambil sikap. "(Saya) pikir-pikir yang mulia," kata Tjen Jung Sen.

Majelis hakim lantas menanyakan kepada JPU Taufik Hidayat mengenai kesiapannya untuk menghadirkan para saksi di persidangan selanjutnya. "Saksi-saksi akan dihadirkan pada Senin 11 Februari 2019 sebanyak empat orang saksi," ucap Jaksa Taufik.

Setelah mendengar tanggapan penuntut umum dan terdakwa beserta penasehat hukumnya, Majelis Hakim memutuskan untuk menunda persidangan dan sidang akan dilanjutkan pada Senin, 11 Februari 2019 dengan agenda mendengarkan saksi-saksi. "Dengan ini sidang saya nyatakan ditunda dan dilanjutkan tanggal 11," kata Gunawan.

Sebelumnya, terdakwa Tjen Jung Sen didakwa melanggar Pasal 69 dan Pasal 71 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang dengan ancaman penjara 3 tahun dan denda Rp500 juta. Kasus ini mulai bergulir setelah Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang memperingati PT MPL untuk menghentikan pembangunan jalan di kawasan industri dan Parsial 19.

Pasalnya, kawasan industri yang berada di sekitar Sungai Turi tersebut merupakan daerah resapan air dan kawasan hijau milik Pemkab Tangerang yang dilarang dibeton. Karena peringatan itu tidak diindahkan, pihak DBMSDA melaporkan PT MPL ke Polda Metro Jaya. Tjen Jung Sen pun ditetapkan sebagai tersangka dan disidang.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini