nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Pelajar Dijual di Grup LINE 'TK Manjyaah', dari Video Porno hingga Esek-esek

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 19:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 04 338 2013746 ratusan-pelajar-dijual-di-grup-line-tk-manjyaah-dari-video-porno-hingga-esek-esek-3ijgyG0sBi.jpg (Foto: M Rizky/Okezone)

JAKARTA – Praktik prostitusi online berhasil dibongkar Unit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. Sebanyak lima remaja diamankan karena terbukti menjual ratusan pelajar sekolah secara online melalui aplikasi LINE.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Edi Suranta Sitepu mengatakan, kelima remaja itu menjajakan ratusan pelajar dari SMP hingga SMA yang disebut ‘talent’. Mereka kemudian mengunggah foto dan video syur para pelajar lewat grup Line ‘TK Manjyaah’.

“Beberapa pelajar yang menjadi ‘talent’ diketahui masih tinggal dengan orang tuanya. Mereka memanfaatkan orang tua yang tidur,” kata Edi kepada wartawan, Senin (4/2/2019).

Para talent tersebut juga melakukan live show hingga sex video di beberapa lokasi, seperti kamar anak, kosan-kosan, sekolah, dan kamar mandi. Bahkan beberapa layanan live show juga menunjukkan hubungan intim.

Ilustrasi.

Adapun lanjut Edy, para talent mendapat uang Rp700 sampai Rp1 juta sekali tampil dan upah Rp1 hingga 2 juta untuk melakukan hubungan intim. “Biasanya ketika video syur dan phone sex akan berlanjut ke hubungan intim. Nah pelajar yang melakukan karena mereka butuh uang jajan lebih,” ujarnya.

(Baca juga: Tawarkan Jasa Esek-Esek, Pemuda Ini Diringkus Polisi)

Sementara itu, tidak sembarangan bisa masuk grup di Line. Para member harus membayar iuran Rp100 hingga Rp200 ribu per bulan.

“Sedangkan untuk grup khusus. Kelompok ini harus membayar uang lebih Rp400 ribu sekaligus menyerahkan foto KTP. Sehingga kelompok ini sangat VIP,” terangnya.

Grup LINE itu sendiri, tambah Edi, sudah dibentuk sejak 2018. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga di beberapa kota besar seperti Surabaya, Bandung dan Semarang.

“Karena akses internet tak dibatasi dan tak terbatas membuat pelanggan dan talent-nya dari seluruh Indonesia,” ujar dia.

Sementara itu, Kanit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Erick Sitepu mengatakan, dari hasil penyidikan sementara, nilai omset yang bisa diraih mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

“Sumber uangnya dari member dan fee dari talent yang di-booking,” tukasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini