nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nongkrong Bareng, Gadis Belia Malah "Digilir" 2 Pemuda Pengangguran

Hambali, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 17:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 07 338 2014925 nongkrong-bareng-gadis-belia-malah-digilir-2-pemuda-pengangguran-1n3U2P9hGo.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

TANGSEL - Seorang gadis belia berinisial MHK (17) diperkosa secara bergantian oleh 2 pemuda di Desa Medang Lestari, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Saat diringkus, kedua pelaku melakukan perlawanan kepada petugas hingga terpaksa harus dilumpuhkan.

Informasi yang dihimpun, perkosaan terjadi pada tanggal 18 Januari 2019. Korban yang berstatus anak di bawah umur itu semula sedang nongkrong bersama-sama temannya dan kedua pelaku, yakni Suhro Wardi (30) dan Saeful (25). Karena telah saling mengenal, korban tak menolak saat pelaku mengajaknya berkeliling mengendarai sepeda motor.

Sesampainya di lokasi yang sepi di Desa Medang Lestari, Suhro dan Saeful langsung beraksi dengan meremas payudara seraya memegangi kedua tangan korban yang berontak. Tak puas menggerayangi tubuh gadis malang itu, kedua pelaku pun menyetubuhinya secara bergantian.

"Dua tersangka ini kemudian menyetubuhi korban secara bergantian," terang AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel, Kamis (7/2/2019).

 sds

Setelah selesai melampiaskan syahwatnya, kedua pelaku sempat mengantar MHK ke lokasi dekat rumahnya di sekitar Kelurahan Sukamaju, Jonggol, Kabupaten Bogor. Karena rasa takut dan malu, korban belum berani menceritakan kejadian itu ke keluarganya.

"Korban bercerita ke temannya lebih dulu, baru setelah itu dijelaskan ke orang tuanya," sambung Alex.

Mendengar pengakuan putrinya itu, lantas sang ibu berinisial EA segera melapor ke polisi dengan nomor LP/114/K/I/2019/SPKT/Res Tangsel tanggal 25 Januari 2019. Kasus tersebut ditangani Polres Tangsel lantaran Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, masuk dalam wilayah hukumnya.

 sd

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel segera melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Begitu diketahui keberadaannya, petugas berusaha langsung menyergap. Bukannya menyerah, baik Suhro maupun Saeful malah balik menyerang polisi yang datang.

"Tersangka berupaya melakukan perlawanan yang mengancam keselamatan petugas. Kemudian diberi tindakan tegas terukur di bagian kaki dari kedua tersangka," pungkasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, korban turut didampingi oleh orang tua dan P2TP2A Kota Tangsel. Sedangkan kedua pelaku telah ditahan di Mapolres Tangsel guna memertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini