nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 'Ninja' Bersenjata Tajam Satroni Minimarket di Tangsel, 2 Pegawai Disekap

Hambali, Jurnalis · Sabtu 09 Februari 2019 12:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 09 338 2015707 6-ninja-bersenjata-tajam-satroni-minimarket-di-tangsel-2-pegawai-disekap-6tZm4ZVZph.jpg Minimarket yang disatroni 6 orang maling. (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Sebanyak 6 pria bersenjata tajam dan membawa benda diduga senjata api beraksi di Alfamart KH Dewantara2 , Jalan KH Dewantara, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (9/2/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung sekira Pukul 03.20 WIB. Ketika itu, 2 orang pegawai yang tengah bertugas adalah Muhamad Fauzi dan Muhamad Abdullah.

"Toko ini buka 24 jam, tadi malam yang jaga saya berdua sama Abdullah," tutur M Fauzie kepada Okezone di lokasi.

Fauzi pun menceritakan kronologis perampokan yang menurutnya berlangsung dalam waktu singkat. Saat kejadian, dia sedang duduk di kursi depan minimarket. Sedangkan Abdullah tengah berada di gudang menata stok barang.

(Foto: Hambali/Okezone)

"Saya lagi duduk di depan sini, terus ada beberapa orang pakai penutup muka sebagian, mereka mau masuk ke dalam toko. Karena mereka kaget melihat saya ada di depan, mereka enggak jadi masuk terus menghampiri saya, sambil acungin semacam pistol begitu," ujarnya.

Para pelaku lantas memukuli Fauzi dan menyabetkan parang ke beberapa bagian tubuhnya. Selanjutnya Fauzi diseret ke dalam toko.

(Baca juga: Minimarket di Tangsel Disatroni Rampok Bersenpi)

Sementara beberapa pelaku mencari keberadaan pegawai lain di dalam gudang. Di sana, pelaku pun mendapati Abdullah yang sibuk menata barang-barang toko. Para pelaku lalu memintanya menyerahkan kunci brankas.

"Habis kunci brankas diambil, kita berdua diikat ke dalam ruangan kantor, dibagian belakang. Jadi ruangan itu buat gudang juga. Saya enggak bisa ngapa-ngapain, cuma megangin tangan saya saja yang kena parang," imbuh Fauzie.

Selesai melumpuhkan kedua pegawai toko, para pelaku leluasa mengacak-acak isi toko. Termasuk menggasak uang di laci dan brankas kasir senilai sekira Rp30 jutaan. Bahkan banyak barang toko, seperti rokok turut dibawa lari.

"Kejadiannya cepat sih, paling sekira 20 menit. Nah mereka pergi kita enggak tahu naik apa, soalnya waktu mereka datang juga enggak kedengaran suara kendaraan motor atau mobil. Mereka itu sepertinya jalan kaki, enggak tahu dari arah mana," ujarnya lagi.

(Foto: Hambali/Okezone)

Setelah meyakini para pelaku telah pergi, barulah kedua pegawai itu keluar meminta pertolongan. Namun karena kondisi sepi, keduanya menghubungi manajemen dan grup kantor, hingga diteruskan pelaporan ke Polsek Ciputat.

"Jadi yang laporan ke polisi ada dari grup kantor. Kalau saya kan langsung dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih karena lukanya mau dijahit," ujarnya.

Fauzi tak mengenali ciri-ciri wajah pelaku, dia hanya mengingat bahwa pria yang mengacungkan benda diduga senjata api berperawakan kekar, tinggi, serta berambut ikal. Sedangkan kebanyakan pelaku berkomunikasi dengan logat Sumatera, namun menggunakan bahasa pribumi Ciputat.

"Bahasanya bahasa orang-orang pribumi di sini, tapi kan logatnya beda, bukan orang betawi atau orang jawa. Kayaknya logat-logat Sumatera," tukas Fauzi.

Sayangnya, standar keamanan di minimarket itu tak terkelola dengan baik. Disebutkan bahwa Close Circuid Television (CCTV) yang terpasang tengah bermasalah sepekan terakhir, sehingga tak bisa merekam aktifitas pelaku saat beraksi.

"CCTV-nya lagi enggak bisa, jadi layarnya enggak muncul," kata Della (20), Asisten Kepala Toko Alfamart KH Dewantara 2 di lokasi yang sama.

Sementara, Kapolsek Ciputat Kompol Donni Bagus Wibisono belum mau berkomentar jauh mengenai peristiwa itu. Namun dia memastikan bahwa petugas dan jajarannya tengah bekerja dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

"Enggak ada pernyataaan dari saya, karena khawatir pelaku malah melarikan diri. Kita masih bekerja di lapangan," imbuhnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini