nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ayah Tiri Banting Bayi hingga Tewas karena Kesal Istri Jarang Pulang

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 10:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 12 338 2016710 ayah-tiri-banting-bayi-hingga-tewas-karena-kesal-istri-jarang-pulang-Hy0JZ6bRat.jpg TKP pembunuhan terhadap bayi 2 tahun. (Foto: Wahyu M/Okezone)

DEPOK - Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan oleh penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Hari Kurniawan (25) ayah tiri bayi FT (2) ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka tega membanting serta membekap mulut dan hidung putrinya karena sering cekcok dengan istrinya Eni (19), terkait masalah ekonomi keluarga.

"Motifnya ini pelaku kesal dengan istrinya. Jadi beberapa hari sebelumnya si pelaku memang sempat ada cekcok mulut. Dia ini kan punya anak bawaan masing-masing. Jadi pada saat menikah siri dengan istrinya, itu punya anak masing-masing," kata Wakapolresta Depok, AKBP Arya kepada wartawan di Polresta Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok, Selasa (12/2/2019).

Ilustrasi.

Kekesalan tersangka terhadap istri terus berulang. "Hari berikutnya dia sudah sempat baik. Istrinya berangkat kerja, terus disampaikan, 'pulangnya jangan sore-sore kalau bisa'. Tapi katanya istrinya enggak pulang-pulang. Di rumah cuma ada nasi, enggak ada lauk. Dia marah lagi, tapi marahnya sama anak dari istrinya," ucapnya.

(Baca juga: Selain Dibanting, Ayah Tiri Juga Bekap Mulut dan Hidung Bayi 2 Tahun hingga Tewas)

Kesal, tersangka melampiaskan kekesalanya itu kepada anak tirinya. Aksi kejinya itu sempat diketahui tetangga dan langsung dikabarkan ke ibu kandung korban seusai pulang mengamen.

"Anaknya dipukul, dibanting ke kasur. Pada saat di kasur lalu mulai napasnya lemah, kejang-kejang dan dia berpura-pura enggak tahu kenapa. Habis itu dibawa ke klinik. Jadi motivasinya kesal sama istrinya," tuturnya.

Mendapat laporan masyarakat adanya bayi yang meninggal secara tidak wajar, polisi langsung mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Sejumlah barang bukti pun sudah diamankan.

Tersangka dikenakan Pasal 80 Ayat 3 dan 4 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini