nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lurah Kalibaru Depok Ditetapkan Tersangka Usai Kena OTT Saber Pungli

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Minggu 17 Februari 2019 02:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 17 338 2019014 lurah-kalibaru-depok-ditetapkan-tersangka-usai-kena-ott-saber-pungli-SLnWQKSZmD.jpg Ilustrasi pungli. (Foto: Okezone)

DEPOK – Penyidik Tipikor Polresta Depok akhirnya menetapkan Lurah Kalibaru, AH (50), sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Saber Pungli Polresta Depok pada Kamis 14 Februari 2019.

Setelah menjalani pemeriksaan panjang di Polresta Depok, status mantan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Cipayung ini ditingkatkan dari terperiksa menjadi tersangka.

"Iya jadi Tim Polres Depok melakukan penyelidikan terkait informasi adanya seorang oknum lurah yang melakukan pungutan tidak sesuai dengan ketentuan," kata Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto di kantornya, Sabtu 16 Februari 2019.

Dia menyebut bahwa sewaktu menjabat, oknum lurah tersebut menyalahi wewenang dengan cara mematok harga kepada masyarakat agar akta jual-beli (AJB) dapat ditandatangani oleh lurah sebagai saksi penjualan.

"Jadi yang dilakukan oknum lurah yaitu meminta biaya yang tidak sesuai dengan ketentuan ketika masyarakat mengurus atau meminta tanda tangan lurah sebagai saksi pada AJB," tutur Didik.

(Baca juga: Lurah Kalibaru dan Stafnya Terkena OTT Saber Pungli Polresta Depok)


Ia mengatakan, pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang dalam ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2016 bahwa PPAT dan PPATS dan saksi biayanya tidak boleh melebihi 1 persen, namun dalam peristiwa ini Lurah AH menarget biaya 3 persen untuk dirinya sendiri.

"Ya untuk dia menandatangani saksi di dalam AJB ini jadi bentuknya sudah tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur di dalam peraturan pemerintah tentang pejabat pembuat akta tanah.

Jadi di dalam ketentuan PP Nomor 24 Tahun 2016 bahwa PPAT kemudian PPATS dan saksi biayanya tidak boleh melebih 1 persen," ujarnya.

Dari perbuatan tersangka, penyidik tipikor Polresta Depok menetapkan Lurah Kalibaru berinisial AH sebagai tersangka dan menjeratnya dengan Pasal 12e, UU Nomor 20 Tahun 2001 sebagaimana perubahan dari UU 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Tim melakukan penyelidikan dan hari ini tim meningkatkan tahap penyelidikan ke tahap penyidikan dan menetapkan AH dugaan tindak pidana korupsi. Di mana tersangka menyalahgunakan wewenang memaksa seseorang untuk menyerahkan sesuatu untuk kepentingan dia menandatangani AJB. Menandatangani saksi di dalam AJB," ujarnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini