nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PA 212: Intimidasi Jurnalis di Munajat 212 Salah Paham dan Sudah Selesai

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 19:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 22 338 2021641 pa-212-intimidasi-jurnalis-di-munajat-212-salah-paham-dan-sudah-selesai-lOUbXKtyAp.jpg Munajat 212 di Monas, Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bakmumin menilai intimidasi dan kekerasan terhadap sejumlah wartawan saat melakukan peliputan acara Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, sebagai kesalahpahaman.

Novel yang saat itu berada di panggung acara mengakui memang terjadi perselisihan, namun pada malam itu pihaknya langsung menyelesaikan persoalan tersebut.

"Hanya kesalahpahaman saja dan malam itu sudah selesai. Saya dapat laporan itu dan saya turun panggung masalah sudah clear malam itu juga," kata Novel saat dihubungi Okezone, Jumat (22/2/2019).

(Baca Juga: Wartawan Diintimidasi saat Rekam Massa Amankan Copet di Acara Munajat 212)

Mantan Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta itu menceritakan, kalau mengetahui adanya perselisihan antara wartawan dan Laskar Pembela Islam (LPI) setelah mendapat laporan dari salah seorang kru televisi. Di saat yang sama, ia langsung ke lokasi yang berada di tenda pintu masuk tamu VIP persis di belakang panggung dan masalah sudah selesai.

 Munajat 212

Namun, apabila rekan wartawan masih menganggap kejadian itu belum selesai, ia mengembalikan kepada yang merasa terintimidasi tersebut . "Cuma kan tergantung pihak yang merasa dirugikan mau selesai atau mau menjadi berita yang berkelanjutan itu tergantung wartawan itu sendiri," tuturnya.

Ia berharap agar para wartawan maupun FPI bisa berkoordinasi dengan baik guna menghindari kesalahpahaman. "Untuk ke depan dari kedua belah pihak harus bisa membangun komunikasi dengan baik agar tidak ada kesalahpahaman lagi," katanya.

(Baca Juga: AJI Kecam Kekerasan dan Intimidasi Jurnalis saat Meliput Munajat 212

Sebelumnya, salah seorang wartawan dibawa oleh massa yang mengenakan seragam LPI ke belakang panggung acara. Sebab, wartawan tersebut mengambil gambar saat terjadi kericuhan yang diduga karena adanya seorang copet.

Mereka menolak awak media mengambil gambar. Bahkan, memaksa para jurnalis menghapus baik foto maupun vodeo yang sudah direkam sebelumnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini