nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Balita Dicabuli Pria Misterius di Kuburan Belakang Rumah, Korban Trauma

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 17:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 28 338 2024097 balita-dicabuli-pria-misterius-di-kuburan-belakang-rumah-korban-trauma-ddNyeUccs7.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DEPOK - Nasib malang menimpa seorang balita perempuan berinisial KAP (3). Anak semata wayang pasangan S (29) dan NK (30) itu dicabuli pria misterius pada Senin 4 Februari 2019 sekira Pukul 11.30 WIB.

Penuturan ayah korban, S, putrinya mengalami trauma mendalam akibat perbuatan bejat tersebut.

Peristiwa itu berawal dari pengakuan korban kepada ibunya NK, di tempat kerja yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah dan lokasi kejadian.

"Awalnya anak saya datang ke tempat kerja istri, dia datang sambil menangis dan teriak sakit sambil nunjuk kemaluannya. Istri waktu itu lagi nyuci, dia kerja buruh cuci," kata S di kediamannya, Sawangan, Depok, Kamis (28/2/2019).

Melihat putrinya menangis, NK lantas memeriksa kemaluan anaknya. Dia pun terkejut melihat kemaluan putrinya itu berdarah, serta terdapat cairan sperma yang masih menetes.

(Baca juga: Kondisi Kejiwaan Guru SD yang Lakukan Pelecehan Seksual ke Siswanya Akan Diperiksa)

Sedangkan di pakaiannya terdapat bercak tanah merah dan menempel rumput berikut dedaunan yang diduga dari area pemakaman belakang rumahnya.

"Saya tanya sama anak, dia bilangnya dibawa sama orang ke kuburan belakang rumah, emang saya liat kemaluanya luka, ada seperma juga," kata S.

Ilustrasi.

Untuk memastikan ada perbuatan cabul yang dialami putrinya, NK membawa korban ke klinik dekat rumah. Dokter yang memeriksa korban menyatakan ada tidakan pencabulan terhadap korban dan meminta untuk visum di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Penjelasan dokter dan psikolog RS Polri Kramat Jati pun membenarkan korban KAP dicabuli dan mengalami trauma. Hingga saat ini korban masih takut saat bertemu orang tak dikenal.

"Istri saya bawa anak saya ke Polsek Sawangan kemudian diarahkan membuat laporan ke Unit PPA Polresta Depok yang menangani kasus perempuan dan anak. Sudah melapor tanggal 8 Februari 2019 ke Polres. Tapi sampai sekarang pelaku belum ditangkap," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini