Kronologi Siswa SMA Al Azhar Berkata Kotor ke Guru, Berawal dari Iseng

Qur'anul Hidayat, Okezone · Jum'at 01 Maret 2019 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 01 338 2024492 kronologi-siswa-sma-al-azhar-berkata-kotor-ke-guru-berawal-dari-iseng-xVZbZfRArj.jpg Screenshot video siswa mengeluarkan kata-kata kotor ke gurunya (berkemeja biru). (Foto: Instagram)

JAKARTA – Kepala Sekolah SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading, Sumanto menjelaskan kronologi kasus siswa mengeluarkan kata-kata kota kotor ke gurunya yang sedang mengajar. Video tersebut awalnya tanpa suara, namun di-dubbing oleh siswa tersebut.

Sumanto menjelaskan, saat meminta penjelasan kepada siswa dan orangtuanya, diketahui video diambil pada 19 Februari 2019. Dengan niat iseng, pada malam harinya siswa Kelas X itu menambah suara berisi kata-kata kotor ke dalam video, lalu diunggah ke akun media sosial.

“Menurut pengakuan siswa, video itu setelah malam harinya baru di-dubbing dengan suara tambahan. Dia niatnya hanya iseng dan kemudian dia coba upload ke IG (Instagram) milik pribadinya,” kata Sumanto, di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Siswa tersebut belum menjawab pertanyaan dari pihak sekolah prihal tindakannya. Dia hanya menyampaikan permohonan maaf dan mengatakan motif perilakunya hanya iseng.

“Iseng yang menurut kami iseng yang tidak baik ya,” kata Sumanto.

(Baca juga: Viral Siswa SMA Ngomong Kata-Kata Kotor ke Gurunya yang Sedang Mengajar)

Sumanto menilai, siswa tersebut melakukan hal itu secara spontan saat proses belajar mengajar kelompok. Dalam proses ini, guru tak bisa memantau seluruh siswanya karena fokus ke satu per satu kelompok. Karena itulah, Dicky Djunaedi, guru matematika di video tak menyadari saat dirinya direkam.

“Karena tidak boleh pemakaian HP di luar untuk kebutuhan pembelajaran, maka anak tidak akan berani. Makanya saat guru itu sibuk dengan satu kelompok siswa itu, dari kelompok lain mengeluarkan HP tiba-tiba ngambil dan durasi tidak lebih dari satu-dua menit. Kalo ketahuan pasti HP akan disita. Dan itu bahaya buat anak-anak tidak akan bisa pakai HP selama setahun. Itu aturan di sekolah. HP itu dipakai untuk penunjang jika guru mengizinkan dan itu dalam batasan waktu pembelajaran,” imbuhnya.

Orangtua siswa tersebut kemudian meminta maaf dan memutuskan memindahkan anaknya dari SMAI Al Azhar Kelapa Gading.

“Dan pihak sekolah Al Azhar Kelapa Gading InsyaAllah akan memberikan kepada siswa administrasi dan surat-surat kepindahan dan juga nilai yang didapatkan selama belajar di semester 2 kurang lebih dua bulan,” kata dia.

Sumanto menambahkan, tidak ada masalah dengan keseharian siswa tersebut. “Kehadirannya juga baik dan ibadahnya baik. Kegiatan kepramukaannya juga baik, dan kami pun tidak menyangka kalau sampai keceplosan dan iseng yang akhirnya menjadi viral di media sosial,” kata dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini