Hingga Awal Maret 2019, Penderita DBD di DKI Jakarta Sebanyak 2.343 Kasus

Sarah Hutagaol, Okezone · Senin 04 Maret 2019 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 04 338 2025579 hingga-awal-maret-2019-penderita-dbd-di-dki-jakarta-sebanyak-2-343-kasus-g05dweIpKZ.jpg Nyamuk Aedes Aegypti (Foto: Shutter Stock)

JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menberikan informasi terbaru terkait penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang masyarakat Jakarta dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (4/3/2019).

Adapun data yang sudah dihimpun oleh Pemprov DKI Jakarta dari Januari hingga 3 Maret 2019 sebanyak 2.343 kasus. Data tersebut termasuk angka yang tinggi jika dibandingkan dengan jumlah kasus DBD sepanjang 2018, yakni 2.963.

Selama Januari hingga 3 Maret 2019, wilayah Jakarta Timur memiliki jumlah kasus tertinggi, yakni 685. Sedangkan untuk wilayah Jakarta Barat dan Selatan memiliki jumlah kasus yang sama sebanyak 651. Untuk Jakarta Pusat sebanyak 134, dan Kepulauan Seribu 2 kasus DBD.

Baca Juga: Curah Hujan Meningkat, Jakarta "Dihantui" Wabah DBD

Dinas

Dinkes DKI Jakarta juga mencatat bahwa dalam bulan Januari dan Februari terjadi peningkatan jumlah kasus DBD. Pada Januari jumlah kasus DBD sebanyak 989, sedangkan untuk Februari sebanyak 1.354 kasus.

“Kasus secara umum tadi saya sampaikan bulan Januari 989, Februari 1354 artinya memang terjadi kenaikan,” ujar Widyastuti selaku Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (4/3/2019).

Untuk penangan kasus DBD sendiri, Dinkes DKI Jakarta memiliki beberapa upaya, seperti upaya promotif yakni menyebarluaskan informasi melalui berbagai macam media massa, dan media sosial. Serta juga upaya preventif dengan melakukan fogging, jumantik, pelaksanaan 3 M (menguras; menutup dan mendaur ulang).

“Jumantik, PSN, fogging pada saat ada kasus. Bahkan teman-teman kami yang di Kalideres itu sudah mengumpulkan itu di tingkat kecamatan bukan lagi di tingkat kota. Kemudian juga mereka sudah sampai seperti penjual odong-odong bikin kampanye itu pakai kendaraan operasional,” katanya.

“Itu untuk keliling ke door to door untuk membagikan label dan memami pengeras suara masuk ke gang-ganf. Selain juga tentunya mengumpulkan warga maupun edukasi melalui media sosial maupun yang lain, mereka juga beberapa inovasi yang mereka lakukan termasuk juga untuk menanam beberapa tanaman untuk mengusir nyamuk tadi,” kata Widyastuti.

Baca Juga: 110 Warga Tanjungpinang Terjangkit DBD, 1 Korban Meninggal Dunia

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini