2 Tahun Tak Bertemu, Budi Tega Setubuhi Putri Kandungnya Berkali-kali

Achmad Fardiansyah , Okezone · Rabu 06 Maret 2019 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 06 338 2026691 2-tahun-tak-bertemu-budi-tega-setubuhi-putri-kandungnya-berkali-kali-wwGAfJZyHX.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Sudah hampir 2 tahun lamanya, Melati (13) (bukan nama sebenarnya) tak bertemu ayah kandungnya. Namun, saat bertemu ayah bukannya kasih sayang yang diberikan melainkan noda hitam yang diberikan.

BR alias Budi (32) tega menyetubuhi putri kandungnya dikediamannya di daerah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, BR diketahui telah menyetubuhi anaknya berkali-kali.

"BR alias Budi diketahui telah menyetubuhi berkali-kali," katanya kepada wartawan, Rabu (6/3/2019).

 sd

Ia pun menceritakan kejadian pilu tersebut, berawal Melati itu tinggal bersama ibunya, namun. Karena sering diperlakukan kasar, korban kabur dan tinggal bersama BR.

"Sebelumnya tinggal bersama dengan ibu kandungnya, namun sering dimarahi dan diperlakukan kasar," ujarnya.

Seiring waktu berjalan, pelaku dan korban tinggal satu atap. Tiba-tiba BR gelap mata, BR memaksa putrinya untuk melepaskan pakaiannya dan meminta putrinya melayani nafsu birahinya.

"Pada bulan Februari kemarin, korban berada di rumah bersama tersangka. Korban tiba-tiba disuruh membuka pakaian oleh tersangka," ujarnya.

Mendengar permintaan ayahnya, korban langsung menolaknya. Akan tetapi pelaku langsung mengancam jika tidak melayaninya maka akan mengusirnya.

 sd

"Korban menolak namun dilakukan secara paksa oleh tersangka dan dilakukan persetubuhan, tersangka mengancam, apabila tidak mau disetubuhi korban akan ditinggalkan oleh tersangka, korban merasa takut, karena apabila ditinggal oleh tersangka, korban tidak ada tempat tinggal lagi," tuturnya.

Mendapatkan perlakuan tersebut, akhirnya korban menceritakan kepada kerabat dan keluarganya. Hingga akhirnya sang keluarga melaporkan BR ke pihak kepolisian.

Akibat perbuatannya, BR dijerat Pasal 76 D Jo 81 Ayat (1) dan Ayat (3) UU RI Nomor 35/2014 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23/2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini