nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kamar Penuh, Pasien Anak-Anak Penderita DBD Dirawat di Selasar RSU Tangsel

Hambali, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 06 338 2026708 kamar-penuh-pasien-anak-anak-penderita-dbd-dirawat-di-selasar-rsu-tangsel-ZmMvZi1lH0.jpg Pasien dirawat di selasar rumah sakit. (Foto : Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN – Melonjaknya penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) berdampak pada penuhnya fasilitas kamar rawat inap yang tersedia di RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kondisi tersebut memaksa pasien anak-anak penderita DBD harus rela dirawat di bagian selasar rumah sakit.

Berdasarkan pantauan Okezone di RSU Tangsel, Rabu (6/3/2019) siang, beberapa pasien DBD yang masih berusia anak-anak hanya bisa meringkuk di ranjang perawatan. Bocah-bocah malang itu terkulai lemas lantaran kondisi trombositnya menurun.

Salah satu pasien DBD, Ferdinan (8), tampak terus didampingi kedua orangtuanya. Sesekali sang ibu, Titi, merayu putranya itu agar mau mengonsumsi asupan makanan dan minuman yang dibawa.

"Badannya lemas dari sebelum masuk RSU. Kita sebenarnya enggak tega juga dirawat di luar begini, tapi semua kamar katanya penuh," ucap Titi.

Dia sempat bercerita awal mula putranya masuk ke RSU sekira dua hari lalu. Saat itu tak serta-merta putranya yang sudah didiagnosis terkena DBD langsung menempati ruang penanganan di lantai 3. Namun, putranya harus menunggu di ruang IGD seharian.

"Pertama masuk ya nunggu di ruang IGD. Anak saya disuruh duduk di atas kursi roda sampai tengah malam. Baru sekira jam 01.00 WIB malam dipindah ke sini, tapi sampai sini ternyata ya tetap di selasar perawatannya," ucap wanita paruh baya yang tinggal di Jalan Cimandiri 6, RT04 RW11, Cipayung, Ciputat, itu.

Pasien anak-anak penderita DBD dirawat di selasar RSU Tangsel. (Foto : Hambali/Okezone)

Sama halnya dengan pasien bernama Mahera (15) yang juga dirawat di selasar lantai 3. Sebelum dirujuk ke RSU, orangtuanya sempat memeriksa kondisi kesehatan putranya yang menurun drastis itu ke klinik. Setelah dicek, ternyata putranya demam dan trombositnya menurun hingga akhirnya dilarikan ke RSU Tangsel.

"Waktu hari Jumat badannya panas. Saya ajak berobat panasnya enggak turun-turun. Setelah cek laboratorium, akhirnya ketahuan trombositnya turun karena kena DBD dan gejala tifus. Baru dirujuk ke sini, tapi kamar penuh semua," kata Wati (39), Ibu Mahera.

(Baca Juga : Wabah DBD Mengganas di Jambi, 4 Nyawa Melayang)

Saat ditelusuri ke dalam kamar perawatan di lantai 3, rupanya apa yang disebutkan orangtua pasien di selasar itu benar adanya. Di sana tiap kamar rawat inap telah penuh dengan pasien-pasien DBD, meski ada pula sebagian kecil yang merupakan pasien yang dirawat lantaran menderita penyakit lainnya.

"Sebelumnya sempat kosong, tapi beberapa waktu terakhir ini penuh lagi kamar-kamarnya," ucap salah satu petugas di lantai 3 RSU Tangsel.

(Baca Juga : 110 Warga Tanjungpinang Terjangkit DBD, 1 Korban Meninggal Dunia)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini