nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianggap Meresahkan, Warga Desak Panti Pijat "Intan" di Tangsel Ditutup

Hambali, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 03:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 08 338 2027196 dianggap-meresahkan-warga-desak-panti-pijat-intan-di-tangsel-ditutup-4iVKjdCrv2.JPG Panti Pijat 'Intan' di Serpong, Tangsel dianggap resahkan warga (Foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL - Warga merasa resah dengan keberadaan Panti urut dan pijat traditional 'Intan' yang terletak di Jalan Raya Pondok Jagung Timur, RT 01/RW 02, Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya, fasilitas itu diduga kuat menjadi praktik prostitusi terselubung.

Kegusaran warga bukan tanpa sebab, lantaran mereka mengamati jika setiap hari panti pijat 'Intan' selalu ramai dikunjungi pelanggan pria. Sementara para terapisnya yang diduga kebanyakan berusia belia, kerap terlihat mengenakan pakaian seksi saat beraktifitas.

"Pelanggannya kan sering beli minuman ke warung kita di sini, sambil ngobrol-ngobrol. Ya kita sih enggak heran kalau yang ke sana cuma buat begituan, ada yang bilang tarifnya mahal, ada yang bilang terapisnya muda-muda. Warga di sini sudah tahu tempat itu dijadiin buat prostitusi," ujar S (51), pemilik warung yang tinggal tak jauh dari panti pijat 'Intan' kepada Okezone, Kamis 7 Maret 2019.

Dikatakan dia, jumlah terapis yang bekerja di panti pijat 'Intan' sekitar 10 orang. Hal itu diketahui jika saat tengah malam tiba, di mana para terapis satu-persatu berkumpul di luar sambil menunggu jemputan dari ojek daring.

"Jumlahnya mungkin sekira sepuluhan terapis, kadang terapisnya kan sering ke warung beli makanan-minuman. Kalau tengah malam baru pada pulang, biasanya kumpul di luar sambil nunggu ojek," tuturnya.

Panti Pijat Intan

Panti pijat 'Intan' memang beroperasi dengan menyewa seunit rumah, letaknya tepat di sisi Jalan Raya Pondok Jagung Timur. Kawasan itu terbilang cukup padat penduduk, bahkan mirisnya lagi, lokasinya tidak jauh dari bangunan masjid besar.

"Kan dekat dengan masjid juga, risih kita melihat ada tempat begitu di dekat masjid. Di sini cuma sedikit orang yang berani ngomong minta ditutup, saya kan asli sini, jadi ceplas-ceplos aja. Warga yang lain juga sebenarnya sama, ingin tempat itu ditutup cuma mereka nggak berani terlalu vokal," kata dia.

Sebenarnya warga sejak awal menolak kehadiran praktik pijat 'Intan' di dekat permukiman mereka. Namun, karena dikabarkan telah mendapat persetujuan pengurus lingkungan setempat, mau tak mau warga hanya bisa manut. Apalagi diketahui, panti pijat 'Intan' hanya memasang plang pijat untuk kesehatan tradisional.

ilustrasi pijat

"Ya pasti sudah izin ke pengurus lingkungan. Mungkin izinnya untuk usaha kesehatan, tapi kan cuma kedok doang pijat kesehatan. Pada kenyataannya lebih sering dibuat begituan. Kalau malam itu penuh parkiran sampai halaman depan warung kita penuh," ujarnya.

Okezone sempat berbincang dengan beberapa terapis pijat 'Intan'. Di sana diketahui, untuk sekali transaksi pijat dan urut harga normal yakni Rp150 ribu. Namun, bagi pelanggan yang hendak menyalurkan hasrat biologisnya maka tarif seketika melonjak signifikan yakni menjadi Rp500 ribu untuk sekali kencan dengan pelayanan full service.

"Kalau mau full service ya gopek (Rp500 ribu), semua kita layani di dalam. Tapi tergantung terapisnya, ada juga yang bisa nego di dalam kamar," kata salah satu terapis berwajah ayu itu.

Para terapis yang mangkal di sana terlihat masih relatif muda. Usia mereka berkisar antara 20 hingga 25 tahun. Sebagian besar mereka berkumpul di dalam rumah. Sedangkan sebagian yang lain duduk di ruangan depan dengan bertugas menyambut tamu yang datang.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini