nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Meninggal Akibat DBD, Keluarga Minta Pemkot Tangsel Tangani Serius

Hambali, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 06:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 16 338 2030749 warga-meninggal-akibat-dbd-keluarga-minta-pemkot-tangsel-tangani-serius-48iIFB2bjv.jpg Foto: Hambali/Okezone

TANGSEL - Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tengah menjalani perawatan di RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinyatakan meninggal dunia. Korban bernama Ati (51), warga Kampung Keranggan, RT12 RW05, Keranggan, Setu, Tangsel.

Ati meninggal dunia pada Jumat (15/3/2019) sekira Pukul 05.30 WIB. Dia sempat menjalani perawatan di RSU selama 8 hari. Bahkan sebelum dirujuk ke RSU, Ati terlebih dahulu mendapat perawatan dua hari di puskesmas setempat.

Namun takdir berkata lain, Ati mengembuskan napas terakhir karena tak kuasa melawan virus yang dibawa nyamuk aedes aegypti. Pihak keluarga, khususnya sang suami, Suhandi, hanya bisa merelakan kepergian istri tercinta untuk selamanya.

(Foto: Hambali/Okezone)

Diceritakan Suhandi, mulanya saat dibawa ke Puskesmas Keranggan, kondisi trombosit Ati terus mengalami penurunan drastis hingga angka 16 ribu. Kemudian berdasarkan rujukan puskesmas, Suhandi pun membawa istrinya ke RSU guna mendapat penanganan khusus.

(Baca juga: Wabah DBD Kembali Telan Korban, 1 Pasien Meninggal Dunia di RSU Tangsel)

"Trombositnya turun sampai 16 ribu, terus dirujuk ke RSU," kata dia kepada Okezone.

Gejala DBD yang dialami istrinya terlihat dari bintik-bintik merah bekas gigitan nyamuk di beberapa bagian tubuhnya. Kondisi Ati beberapa saat berangsur membaik, namun hal itu tak berlangsung lama karena setelahnya trombosit Ati tiba-tiba terus menurun.

"Ada bintik-bintik merah, waktu di puskesmas juga sudah didiagnosa DBD," sambungnya.

Setelah dicek, di area permukiman tempatnya tinggal telah ada beberapa orang yang terkena DBD. Bahkan cucu Suhandi ikut jadi korban gigitan nyamuk aedes aegypti. Beruntung kondisi cucunya kian membaik dan telah diperkenankan pulang ke rumah.

"Cucu saya juga baru aja pulang dirawat di puskesmas. Kena DBD juga," ucapnya.

Banyaknya korban yang telah berjatuhan itu, membuat Suhandi berharap agar pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Wali Kota Airin Rachmi Diany mau memberikan penanganan serius terhadap meluasnya wabah nyamuk DBD.

"Pemukiman sekitar sudah banyak warga terserang DBD. Tapi belum pernah ada pengasapan (fogging). Saya minta pemerintahan daerah mau beri penanganan serius soal ini, agar tak ada lagi jatuh korban" ujarnya berharap.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini