nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo Tuntut Pengembalian Lahan di Mall Bintaro Xchange, Warga Nyaris Bentrok dengan Ormas

Hambali, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 17:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 18 338 2031672 demo-tuntut-pengembalian-lahan-di-mall-bintaro-xchange-warga-nyaris-bentrok-dengan-ormas-8AJ7ISnHzK.jpg Polisi berjaga di depan Mall Bintaro Xchange saat massa berdemo (Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Massa pengunjuk rasa yang menuntut pengembalian lahan di depan Mall Bintaro Xchange, Tangaerang Selatan, nyaris bentrok dengan massa ormas. Hal itu dipicu saat salah satu anggota ormas mendatangi juru bicara warga, lalu meminta mereka membubarkan diri.

Aksi demonstrasi tersebut berlangsung sejak Senin (18/3/2019) pagi. Massa sempat memblokir satu lajur di seberang Mall Bintaro Xchange, hingga menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang.

Hingga siang hari aksi terus berlanjut, meski beberapa perwakilan pengunjuk rasa tengah menggelar mediasi dengan manajemen Bintaro Jaya Real Property (JRP). Karena tak ada keputusan kongkret, mereka lantas melanjutkan aksi kembali.

Sekira pukul 14.00 WIB, polisi menghampiri perwakilan massa. Petugas meminta massa membubarkan diri dengan alasan tak melaporkan surat pemberitahuan aksi terlebih dahulu. Massa pun bersiap membubarkan diri.

Namun tiba-tiba, datang seorang pria anggota ormas yang telah berkumpul sebelumnya di sisi jalan seberang Mall Bintaro Xchange. Dengan mulut mengeluarkan aroma miras, pria tersebut menghardik juru bicara warga dan massa pendemo.

Sontak sikap oknum anggota ormas itu menyulut emosi para pendemo. Dengan lantang, oknum tersebut meminta massa pendemo membubarkan diri karena mengganggu lalu lintas di lokasi.

"Jangan buat masalah di sini, ini kampung gue (saya), gue pribumi di sini," kata salah satu anggota ormas berkaus Forum Betawi Rempug (FBR) kepada massa pendemo.

Merasa tak terima, warga kemudian menghampiri massa ormas tersebut hingga ketegangan makin memanas. Polisi dibantu TNI langsung memisahkan kedua kelompok. Massa selanjutnya terkonsentrasi berhadap-hadapan di bahu jalan.

"Saya minta selain petugas, semua pihak membubarkan diri, tanpa terkecuali. Tidak ada yang berkumpul di pinggir jalan ini. Saya ingatkan sekali lagi," ucap AKP Purwanta, Wakapolsek Pondok Aren.

Dari atribut dan kendaraan yang digunakan, terlihat di lokasi massa ormas itu diantaranya berasal dari FBR, Pemuda Pancasila, dan Kembang Latar. Guna menghindari benturan antarmassa, polisi bersenjata lengkap lantas mendorong pendemo untuk bubar menuju kendaraannya.

Demo dilakukan, terkait adanya tudingan yang menganggap bangunan Mall Bintaro Xchange berdiri di atas lahan warga dan ahli waris. Dari informasi yang dihimpun, tercatat ada seluas 1,1 hektare tanah warga di lokasi yang beririsan dengan mall itu.

Juru bicara warga, Poli Betaudun, menuturkan, kasus perampasan tanah itu tekah diperjuangkan sejak lama. Namun karena tak ada itikad baik dari Bintaro JRP, maka akhirnya kasus tersebut terkatung-katung hingga saat ini.

"Kami bicara tentang pengakuan lebih dulu, jadi pengembang manapun kalau mau membangun sesuatu harus ada pengakuan yang legal, misalnya ada dokumen administratifnya. Sekarang kita tantang, pihak JRP berani nggak menunjukkan bukti dokumen atas lahan mall ini?," katanya kepada wartawan.

Dilanjutkan Poli, pada tahun 2018 lalu pernah ada mediasi antara ahli waris dan JRP. Namun ketika itu, pihak JRP berdalih lupa membawa dokumen atas penguasaan lahan tersebut. Padahal keterangan dari BPN Kota Tangsel telah menyebutkan, jika lahan yang disengketakan belum pernah dimutasi ke pihak lain.

"Jangan karena berhadapan dengan rakyat kecil, lalu pengembang besar bisa semena-mena. Ayo kita sama-sama beberkan saja bukti dokumen yang ada. Ini kan sejak lama pihak JRP menghindar terus, tak ada itikad baik, sampai kami terpaksa harus menggelar unjuk rasa seperti ini," imbuhnya.

(Baca juga: Merasa Tanahnya Dirampas, Warga Demo di Depan Mall Bintaro Xchange)

Dia pun menyebutkan, dokumen kepemilikan lahan warga itu didasarkan surat yg dikeluarkan Kelurahan Pondok Jaya Nomor 593/103-PEM, lalu Leter C Nomor 428, Persil 63D1, Persil 64 S11, dan surat nomor 593/157-PPAT/2018.

"Kami akan kembali berunjuk rasa sambil mengecor jalan di area mal Bintaro Xchange yang masih menjadi lahan ahli waris ini. Karena itu hak kami, sementara selama ini kami meminta penyelesaiannya namun tidak mendapat respon yang tuntas dari JRP," tandasnya.

Pihak manajemen JRP sendiri saat ditemui, belum mau berkomentar apapun atas tudingan warga soal lahan itu. Mereka meminta kepada wartawan agar menunggu proses mediasi selesai tuntas, sehingga kemudian bisa disampaikan hasilnya secara luas.

"Jangan sekarang ya, situasinya masih panas," ujar salah satu manajemen JRP yang tak mau disebut namanya di lokasi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini